Walikota Cimahi, “Masalah Kesehatan Ibarat Gunung Es”
Jun 13th, 2008 | By admin2 | Category: BeritaDinas Kesehatan Kota Cimahi melaksanakan rapat pembentukan Tim Pembina Kota Siaga di Aula gedung A Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, Kamis (12/06). Hadir dalam rapat sejumlah unsur SKPD, kepala kelurahan se-Kota Cimahi, tenaga kesehatan Puskesmas, Departemen Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tim Penggerak PKK Kota Cimahi, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Cimahi, perwakilan rumah sakit dan perguruan tinggi kesehatan di Kota Cimahi, dan LSM kesehatan lokal.
Walikota Cimahi, Ir. H.M. Itoc Tochija, MM., hadir memberikan arahan di awal rapat. Walikota mengingatkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kota Cimahi yang belum menunjukkan penurunan adalah masalah yang terlihat di permukaan. Lebih dalam dari itu, masalah kesehatan merupakan fenomena gunung es yang harus diselesaikan hingga ke dasarnya.
Dari 9.729 ibu hamil di Kota Cimahi pada tahun 2007, 10 ibu meninggal dan 60 bayi meninggal. Tren AKI pada tahun 2007 memang sedikit menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya. Namun sebagian besar (6 orang) meninggal bukan karena perdarahan, tetapi dikarenakan penyebab lain seperti penyakit TBC, gagal jantung, gagal ginjal, asma, dehidrasi, bahkan KDRT. Di sisi lain, AKB sedikit meningkat dimana asfiksia dan BBLR masih menjadi faktor penyebab yang paling dominan.
Kota Cimahi masih menyisakan banyak pekerjaan untuk mengejar target Siaga. Dari 310 RW yang ada, baru terbentuk 141 RW Siaga. Sementara itu, fasilitator RW Siaga yang saat ini bertugas di 3 kecamatan (15 kelurahan) jumlahnya 96 orang, 50 orang di antaranya petugas Puskesmas dan Dinas Kesehatan.
Setelah rampung mengorganisasi 1 RW Siaga di setiap kelurahan yang ada, mulai bulan Juni ini Dinas Kesehatan Kota Cimahi akan menambah jumlah RW Siaga dengan melakukan replikasi pada 4 RW lainnya di masing-masing kelurahan. Diikuti dengan strategi pengembangan berikutnya, diharapkan target 100% RW Siaga di Kota Cimahi sebagaimana diamanatkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia dapat terpenuhi.
Dalam rapat tersebut, Ketua Yayasan Eureka Indonesia, Kuspriyanto, S.Si., Apt., berkesempatan untuk menyampaikan aspirasinya kepada Walikota. “Dengan segala keterbatasan yang ada, kita harus tetap bersemangat dalam mewujudkan Kota Siaga. Meskipun demikian, jangan sampai hanya mengejar target kuantitas 100% Siaga, tetapi jaga kualitasnya. Jangan sampai RW Siaga dibentuk untuk kemudian ditinggalkan begitu saja di kemudian hari. Program boleh berakhir, pemimpin dan kebijakan mungkin berganti, tetapi memelihara dan mengupayakan peningkatan derajat kesehatan masyarakat adalah sebuah kebutuhan yang tak kenal kata berhenti,” jelasnya. []

Assalamualaikum
Terimakasih atas kunjungannya ke website saya
Semoga Siaga di Cimahi terus berkembang dan yang penting program siaga ini bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Cimahi..
Wassalam.