Transgenik Kembali Mengancam Eropa

Mar 2nd, 2009 | By | Category: Fitur

Hasil panen dan pangan transgenik (rekayasa genetik) telah dilarang masuk ke Uni Eropa pada 1990 karena alasan ilmiah dan konsumen. Tetapi sekarang mereka datang lagi dengan promosi besar-besaran di Eropa oleh industri bioteknologi dengan mengabaikan risiko kesehatan dan lingkungan. Demikian menurut situs www.banGMfood.org belum lama ini.

Padahal beberapa peringatan ilmuwan telah terbukti. Di antaranya ketika tanaman dan pangan transgenik pertama kali dikenalkan pada 1990, ilmuwan meyampaikan bahwa transgenik tidak jelas dan tidak dapat diprediksi. Mereka memperingatkan:

  • Tanaman transgenik dapat menimbulkan racun, alergi dan kekurangan nutrisi daripada bukan transgenik.
  • Tanaman transgenik dapat merusak kepekaan populasi binatang dan tanaman liar yang merupakan kejahatan keanekaragaman hayati.
  • Tanaman transgenik tidak dapat ditarik kembali, tetapi organisme hidup akan melipatgandakan, menimbulkan kerusakan dari generasi ke generasi.
  • Tanaman transgenik bisa menyebabkan perubahan yang tidak dapat kembali pada suplai pangan kita, dengan dampak serius pada lingkungan serta kesehatan manusia dan binatang.

Semua peringatan sejak saat itu terbukti. Konsumen Eropa dihadapkan pada risiko transgenik tanpa pengetahuan atau ijin dari mereka.

Organisme Hasil Rekayasa Genetik (OHRG) ditemukan pada Pakan Hewan

Peraturan Uni Eropa (EU) tentang tanaman dan pangan transgenik paling ketat di dunia. Mereka membatasi penanaman tanaman transgenik dan meminta pelabelan pada makanan yang mengandung transgenik, sehingga bila ingin, konsumen bisa menghindarinya. Bagaimanapun ada kelemahan pada peraturan EU. Susu, telur dan daging dari hewan yang pakannya transgenik tidak harus dilabel.

Industri bioteknologi sedang memanfaatkan kelemahan ini untuk mendorong jutaan ton tanaman transgenik pada suplai pangan dan tidak diketahui konsumen. Ini mengabaikan fakta bahwa suplai pakan ternak bebas transgenik berlimpah. Haruskah konsumen khawatir? Sebuah lembaga yang sedang berkembang mengatakan harus. Studi ilmiah telah menemukan bahwa transgenik yang diam-diam disisipkan dalam bentuk pakan ternak dapat berdampak pada kesehatan binatang. Manusia yang meminum susu, memakan telur dan daging juga dapat terdampak. Tak ada yang tau bahwa studipun belum dilakukan.

Apa yang Terjadi dengan Pakan Transgenik?

Risiko kesehatan dan masalah etis pakan transgenik meliputi:

  • Susu dan daging dari hewan yang makan transgenik hanya sedikit yang sehat. Studi laboratorium menunjukkan bahwa fungsi anggota tubuh hewan terganggu dan membuatnya sakit.
  • Laporan dari beberapa petani menyatakan bahwa hewan yang makan transgenik dapat menderita sakit. Tetapi hal ini tidak diikuti studi lebih lanjut pada hewan ternak.
  • DNA transgenik dalam pakan diserap oleh organ hewan. Sejumlah kecil DNA transgenik nampak dalam susu  dan daging yang dimakan manusia. Dampak pada kesehatan hewan dan manusia yang memakannya belum diteliti.
  • Pakan transgenik mungkin menciptakan superbugs. Pakan transgenik dapat berisi gen agar tahan antibiotik yang dapat diambil oleh bakteri mematikan. Ini mungkin berubah menjadi superbugs, bakteri yang tidak dapat dikendalikan antibiotik.
  • Penggunaan pakan ternak transgenik tersembunyi dari konsumen. Sebagai produk yang tidak berlabel, konsumen tidak mempunyai cara untuk mengetahui bahwa mereka makan susu, telur dan daging dari hewan yang makan transgenik dan bahkan mereka mungkin makan materi transgenik yang ada dalam produk itu.
  • Penggunaan pakan transgenik meningkatkan perhatian pada hewan karena pakan transgenik dapat merugikan kesehatan hewan. []

Sumber: http://www.beritabumi.or.id/?g=beritadtl&newsID=B0123&ikey=1

Tags: , , , , , ,

Leave Comment