Susu Formula dan Kejadian Infeksi pada Bayi

Jan 12th, 2009 | By | Category: Higiene dan Sanitasi

Ibu-ibu yang memilih untuk memberikan ASI eksklusif merupakan langkah yang tepat. Banyak hal positif yang dapat dirasakan oleh bayi dan ibu. Bayi yang diberi susu formula sangat rentan terserang penyakit, khususnya infeksi.

Bayi yang diberi susu formula menjadi mudah muntah-mencret dan mencret menahun. Di Amerika, 400 bayi meninggal pertahun akibat muntah-mencret. Tiga ratus di antaranya adalah bayi yang tidak disusui. Kematian meningkat 23,5 kali pada bayi susu formula. Kemungkinan mencret 17 kali lebih banyak pada bayi susu formula (Vic, 1989).

Dibandingkan dengan pemberian ASI secara eksklusif, bayi yang diberi ASI secara parsial memiliki risiko meninggal akibat diare 4,2 kali lebih tinggi. Tidak adanya pemberian ASI dihubungkan dengan peningkatan risiko kematian akibat diare sampai 14,2 kali pada anak-anak di Brazil (Victoria CG, Smith PG, Patrick J, et al, 1989).

Di negara maju, bayi yang diberi susu formula mengalami penyakit saluran pernapasan tiga kali lebih parah dan memerlukan rawat inap di rumah sakit dibandingkan dengan bayi yang diberi ASI secara eksklusif selama 4 bulan (Bachrach VRG, Schwarz E, Bachrach LR, 2003). Pemberian ASI yang kurang merupakan salah satu faktor risiko kunci yang bisa diubah untuk infeksi saluran pernapasan bawah pada anak balita (Broor S, Pandey RM, Ghosh M, Maltrey RS, Lodha R, Singhal T, Kabra SK, 2001).

Dari kasus merebaknya wabah Enterobacter sakazakii di Amerika Serikat di sebuah pusat perawatan bayi baru lahir, dilaporkan kematian seorang bayi berusia 20 hari yang mengalami demam, takikardia (denyut jantung lebih cepat), menurunnya aliran darah, dan kejang pada usia 11 hari. Kultur E. sakazakii ditemukan pada pemeriksaan cairan sumsum tulang belakang. Kuman terlacak pada susu bubuk formula tercemar yang dipakai oleh unit perawatan intensif neonatal tersebut (Weir E, 2002). Wabah necrotizing Enterocolitis (NEC) di Belgia terlacak pada susu formula bayi yang tercemar E. sakazakii. Sejumlah 12 bayi menderita NEC selama wabah tersebut dan 2 bayi (kembar laki-laki) meninggal (Van Acker J, de Sme F, Munyldermans G, Bougatef A, Naessens A, Lauwers S, 2001). []

Sumber:
Roesli, Utami. 2008. Inisiasi menyusu DIni Plus Asi Eksklusif. Cetakan I. Pustaka Bunda. Jakarta.

Tags: , , , , , , ,

Leave Comment