Standar Kesehatan Indonesia Masih Rendah

Nov 12th, 2009 | By | Category: Berita

Standar kesehatan Indonesia masih di bawah standar kesehatan negara ASEAN lainnya. Rendahnya standar kesehatan itu terkait dengan perilaku dan kebiasaan umum masyarakat Indonesia. Untuk mencapai standar kesehatan yang lebih tinggi, pemerintah pusat dan daerah menggalakan kampanye perilaku hidup bersih dan sehat. Tema itu pula yang diangkat dalam Hari Kesehatan Nasional ke 45 tahun 2009 ini.

Dalam peringatan HKN tingkat Provinsi Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta agar masyarakat membudayakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Karena menurutnya, dengan PHBS memperkecil resiko terkena penyakit. Kampanye PHBS itu di antaranya dengan menjalankan program perbaikan lingkungan, penyediaan sarana sanitasi dasar, menekan tingkat pencemaran dan menggencarkan sosialisasi PHBS.

“Sesuai dengan tema Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-45 hari ini, yakni Lingkungan Sehat Rakyat Sehat, maka program pembangunan kesehatan diarahkan pada peningkatan kualitas lingkungan dengan capaian sasaran meningkatnya derajat kesehatan masyarakat, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas bangsa yang terukur dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM), ” kata Heryawan saat Peringatan HKN tingkat Propinsi Jawa Barat, Kamis (12/11) di halaman Biofarma, Bandung.

Menurut Heryawan, saat ini ukuran kualitas sebuah bangsa dilihat dari capaian IPM. Saat ini kondisi IPM secara nasional masih rendah dibanding dengan negara-negara lain sesama anggota ASEAN, khususnya Malaysia dan Singapura. Sementara itu, Jawa Barat dengan penduduknya yang mencapai 42,1 juta jiwa berupaya untuk mencapai IPM pada angka 80.

“Saat ini dengan kisaran IPM pada angka 71. Tentunya dengan dukungan semua pihak, diharapkan Jawa Barat pada tahun 2015 dapat mencapai IPM 80,” ujar Heryawan.

Di acara yang sama gubernur juga memberikan penghargaan kepada kabupaten dan kota yang berprestasi di bidang kesehatan. Untuk kategori kabupaten, juara terbaik I diraih Sumedang dengan nilai penghargaan berupa bantuan sebesar Rp 175 juta, terbaik II Sukabumi dengan nilai Rp 150 juta dan terbaik III Kuningan dengan nilai Rp 125 juta. Sementara untuk kategori kota, juara terbaik I direbut Banjar dengan nilai bantuan dana sebesar Rp 175 juta dan terbaik II diraih Cimahi dengan nilai Rp 125 juta. (A-132/A-147)***

Sumber: Pikiran Rakyat, 12 November 2009

Tags: , , , ,

Leave Comment