Remaja 15-29 Tahun Rentan HIV/AIDS
Oct 24th, 2009 | By admin2 | Category: FiturKalangan remaja yang berusia produktif di Kota Bandung dan menerapkan pergaulan seks bebas, tergolong kelompok yang sangat rentan terjangkit virus mematikan HIV/AIDS.
Konselor Penyakit HIV/AIDS Yustinus mengatakan, kalangan remaja tersebut berusia antara 15 tahun sampai 29 tahun. “Munculnya Kota Bandung dan Jawa Barat sebagai peringkat pertama kasus HIV/AIDS nasional di tingkat kota/ kabupaten dan provinsi tentunya mengagetkan banyak pihak. Karena itu,harus ada antisipasi dini terhadap fenomena ini,” ujar Yustinus, kemarin.
Dia menyebutkan, kebanyakan masyarakat tidak sadar oleh fakta ini sehingga perlu sebuah langkah antisipasi yang tepat guna menanggulangi penyebaran virus tersebut. Tren pergaulan seks bebas yang sekarang ini marak dilakukan di kalangan usia produktif menjadi salah satu faktor pendukung terjangkitnya penyakit HIV/AIDS.
Di samping pola pergaulan seks bebas, penggunaan narkoba juga merupakan faktor penyebab utama yang turut mendukung meluasnya penyebaran HIV/AIDS di kalangan usia produktif. Yustinus menyebutkan, pengguna narkoba jarum suntik paling banyak ada di kalangan usia produktif. Bahkan, anak-anak yang dilahirkan dari orangtua penderita HIV/AIDS pun berpeluang besar terjangkiti.
Hal ini sudah cukup memprihatinkan dan harus segera ditanggulangi. Saat ini juga banyak pasangan yang tidak melakukan tes sebelum menikah untuk mengecek ada atau tidaknya potensi penyakit terutama HIV/AIDS. Setelah menikah baru diketahui bahwa salah satu pihak adalah penderita HIV/AIDS. “Tes bagi setiap pasangan yang hendak menikah itu penting agar tidak menyesal di kemudian hari.
Hal tersebut juga untuk mematangkan komitmen hidup yang terencana sehingga permasalahan HIV/AIDS yang menghantui kehidupan berumah tangga bisa terhindari,” ungkap dia. Sementara itu, untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat mengenai penyakit HIV/AIDS ini, para penggiat penanggulangan HIV/AIDS menyelenggarakan pameran foto bertema penyakit mematikan tersebut.
Ketua panitia pameran foto, Egi Ginanjar, mengatakan, Jabar merupakan peringkat pertama kasus HIV/AIDS di Indonesia dengan 3.162 kasus/100.000 penduduk. “Kota Bandung menjadi penyumbang kasus terbanyak se-Indonesia dengan 1.948 kasus. Data ini didapat dari lembaga riset yang melakukan penelitian sampai dengan 31 Maret 2009,” sebut dia.
Pertumbuhan kasus HIV/AIDS ini, sambung Egi, cenderung menunjukkan grafik yang tidak terduga. Para pengunjung pameran yang rata-rata penduduk Kota Bandung pun kaget ketika mengetahui fakta ini. Kurangnya edukasi tentang HIV/AIDS ditengarai sebagai salah satu penyebab jumlah kasus HIV/AIDS yang makin memprihatinkan.
“Sebenarnya edukasi sudah sering dilakukan, namun entah kenapa di Kota Bandung sendiri acara- acara edukasi mengenai HIV/AIDS cenderung kurang peminat. Bahkan, beberapa pengunjung pameran banyak yang belum mengetahui tentang cara penularan virus HIV/AIDS,” tandas Egi. (radi saputro)
Sumber:
Seputar Indonesia, 14 Oktober 2009

HIV is a nasty disease. Once you get it, there is no cure for it. Safe sex and abstinence is the only way to avoid getting it.
`ll““`
It is quite scary that there is still no cure for HIV/AIDS and the only way we can fight it is by prevention. How long would it take our scientists to develop a cure or vaccine for this disease?
!