Rapat Pokja Humas dan KIE KPAP Jawa Barat
Oct 16th, 2008 | By admin2 | Category: BeritaDalam rangka menyusun rencana kampanye media hingga Desember 2009, Komisi penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jawa Barat melaksanakan rapat pada hari Kamis (16/10) di Sekretariat KPA Provinsi Jawa Barat, Jl. Diponegoro No. 20 Bandung.
Kepala Bagian Bina Kesehatan Biro Pelayanan Sosial Provinsi Jawa Barat, Riadi, MPH., hadir dan memberi sambutan di awal acara.”Perlu diakui bahwa Humas dan KIE merupakan Pokja yang paling aktif. Pokja ini diharapkan menjadi tulang punggung atau kekuatan media center KPA Provinsi Jawa Barat,” ungkap Riadi dalam sambutannya.
Bertindak sebagai moderator rapat Tri Irwanda Maulana, Media Relations Officer KPAP Jawa Barat. Turut hadir sebagai peserta perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dinas Perhubungan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat, PKBI Jawa Barat, Forum Diskusi Wartawan Bandung (FDWB), Himpunan Praktisi Penyiar Indonesia (HPPI) Jawa Barat, Pusat Rehabilitasi Rumah Cemara, dan Yayasan Eureka Indonesia.
Di awal rapat, Tri Irwanda memaparkan tentang Review Program Pokja Humas dan KIA tahun 2007-2008. Pada Pertemuan Nasional HIV dan AIDS tanggal 3-8 Februari 2008, KPAP Jawa Barat mengutus salah seorang pemenang lomba karya jurnalistik AIDS sebagai peserta. Sulhan Syafii dari FDWB pun hadir sebagai narasumber dalam sesi media.
Program jaringan radio komunitas dalam kampanye media dilakukan oleh KPAP Jawa Barat bekerja sama dengan FDWB, IHPCP, dan JRK. Kegiatan terdiri dari workshop, talkshow dan adlib bertemakan HIV/AIDS, produksi dan pemutaran iklan layanan masyarakat. Selain itu dilakukan pula kampanye media secara off-air dalam temu warga untuk membentuk Kelompok Warga Sehat di lima kota/kabupaten. Tidak ketinggalan pula siaran Radio untuk AIDS di 19 radio di 10 kota/kabupaten, kampanye bagi remaja di majalah Grey, penerbitan poster promosi kesehatan, 6 kali talkshow di Bandung TV sepanjang Desember 2007 hingga Januari 2008, iklan layanan masyarakat di stasiun televisi lokal.
Dalam media relation, dilaksanakan Pelatihan Bermitra dengan Media, Workshop Pembentukan Pokja KIE dn Advokasi KPAD Kabupaten Tasikmalaya, Workshop Penguatan Pokja Humas Kabupaten/Kota, siaran pers, dan beberapa kali media gathering
Dari pantauan media cetak yang berhasil didokumentasikan selama trimester kedua tahun 2007 tercatat bahwa publikasi HIV/AIDS cenderung meningkat dan mencapai puncaknya pada bulan Desember. Perlu dicatat bahwa sumber pemberitaan masih didominasi oleh pemerintah (42%), kemudian LSM (26%), dan selebihnya oleh tokoh/pakar, masyarakat, dan lembaga legislatif. LOkasi publikasi pun masih didominasi oleh Kota Bandung (39%), sementara nasional hanya 24%, kota/kabupaten lain di Jawa Barat 27%.
Untuk keperluan KIE, KPAP Jawa Barat pun menerbitkan sejumlah poster, brosur, dan leaflet. Terakhir, yang cukup istimewa adalah kunjungan konsultan KPAN dan John Hopkins University tentang Strategi NAsional Komunikasi HIV/AIDS pada tanggal 26-27 Juni 2008.
Tri Irwanda menjelaskan bahwa program KPAP Jawa Diharapkan mengarah pada upaya meningkatkan kesehatan masyarakat secara umum, mengurangi prilaku diskriminatif terhadap OHDA, dan advokasi media. “Kualitas pemberitaan di media saat ini sudah lebih baik dalam hal etika, bahasa, dan isi tulisannya. Pemberitaan tidak lagi menyoroti sisi negatifnya saja, tetapi lebih positif dan humanis,” tambahnya.
Dalam brainstorming dan diskusi, didapat sejumlah usulan rencana kampanye media. Ada yang mengusulkan untuk melaksanakan event besar di Gasibu yang dihadiri oleh peserta dari seluruh kota/kabupaten. Ada pula usulan untuk melakukan kampanye mobile. Agar gaungnya sampai ke daerah-daerah, diusulkan pula untuk menyelenggarakan kampanye media di masing-masing KPAD yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan lokal. Tak lupa pula usulan untuk melakukan pola pemberdayaan masyarakat.
Belum diperoleh rumusan yang utuh mengenai rencana kampanye media tersebut. Masing-masing peserta diharapkan mengembangkan sejumlah usulan yang ada untuk kemudian dibahas kembali dalam pertemuan berikutnya di awal November mendatang. []
