Petugas Lapas/Rutan Mendapat Pelatihan HIV-AIDS

Nov 3rd, 2009 | By | Category: Berita

Berita KPAP Jabar (03/11) – Jumlah penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) maupun rumah tahanan negara (rutan) di Indonesia melebihi kapasitas. Saat ini, terdapat 140.423 orang warga binaan yang menghuni 413 lapas/rutan di Indonesia. Padahal, kapasitas hunian lapas/rutan yang ada sebenarnya hanya mampu menampung 89.549 orang warga binaan.

Demikian diungkapkan Untung Sugiyono, Dirjen Pemasyarakatan Departemen Hukum dan HAM Republik Indonesia saat membuka kegiatan Pelatihan Penanggulangan HIV-AIDS Bagi Petugas Pemasyarakatan se-Bandung Raya, di Lapas Narkotika Kelas II A Banceuy, Bandung (3/11).

“Kelebihan kapasitas ini membuat faktor keamanan menjadi rawan dan potensi penularan penyakit di lingkungan lapas/rutan menjadi sangat pesat. Kerawanan ini tidak hanya bagi warga binaan melainkan juga kepada para petugas yang bekerja,” katanya.

Lebih jauh, Untung Sugiyono menjelaskan, laporan 14 Lapas yang mendapat dukungan The Global Fund dalam memerangi AIDS, TB dan Malaria (GF ATM) menunjukkan dari 1.193 warga binaan yang mengikuti test HIV, sekitar 25 persennya ternyata positif HIV. Menurut Untung, tingginya kasus HIV di lingkungan lapas tidak terlepas dari merebaknya kasus narkotika di Indonesia belakangan ini.

Sementara itu, Kepala Kanwil Departemen Hukum dan HAM Jawa Barat, Danny Hamdani Kusumapradja mengatakan tidak ada satupun lapas/rutan di Jabar yang bebas dari kasus narkotika. Saat ini, terdapat 5.276 warga binaan yang terlibat kasus narkotika dan psikotropika. Mereka tersebar di 21 lapas dan 2 rutan di Jawa Barat.

“Secara keseluruhan, jumlah warga binaan di Jawa Barat mencapai 16.069 orang, padahal total kapasitas lapas/rutan hanya mencapai 8.131 orang. Jadi, hanya setengahnya. Tingkat hunian yang melebihi kapasitas ini menyebabkan risiko penularan penyakit seperti TB, Hepatitis, dan HIV-AIDS menjadi tinggi,” jelasnya.

Menurut Danny Hamdani, prevalensi HIV-AIDS di lapas/rutan yang meningkat menuntut para petugas lapas/rutan agar memahami lebih mendalam tentang HIV-AIDS. Sehingga pelatihan HIV-AIDS seperti yang sedang berlangsung di Lapas Banceuy sekarang menjadi kegiatan yang perlu dilakukan berkesinambungan.

Pelatihan Penanggulangan HIV-AIDS Bagi Petugas Pemasyarakatan seBandung Raya, di Lapas Banceuy akan berlangsung selama 3 hari, hingga Kamis (5/11). Pelatihan yang didukung oleh HIV Cooperation Program for Indonesia (HCPI), sebuah program kemitraan pemerintah Australia dengan Indonesia ini, diikuti oleh 30 peserta, yang seluruhnya merupakan petugas lapas/rutan di Bandung.

Upaya meningkatkan pengetahuan tentang HIV-AIDS pada berbagai kalangan, termasuk petugas lapas/rutan dinilai semakin penting mengingat tingginya kasus HIV-AIDS di Jawa Barat. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mencatat, sejak 1989 hingga Juni 2009 secara kumulatif terdapat 4.857 kasus HIV-AIDS (2.937 AIDS dan 1.920 HIV positif). Dari jumlah ini, sekitar 66 % nya merupakan kasus yang terjadi di kalangan pengguna napza suntik. []


Tags: , , , , , , , , ,

Leave Comment