Pertemuan Fasilitator Siaga Se-Jawa Barat
Jul 10th, 2008 | By admin2 | Category: BeritaKota Banjar yang biasanya lengang dan tenang mendadak sibuk dengan hadirnya 52 perwakilan fasilitator Siaga dari 26 kota/kabupaten se-Jawa Barat, Senin hingga Rabu (07-09/07). Pertemuan fasilitator Siaga ini mengagendakan acara utama kunjungan lapangan di Kota Banjar. “Kami berharap peserta dapat mengambil pelajaran tentang bagaimana Kota Banjar menjalankan program Siaga sehingga menjadi juara ke-2 Kota Siaga di Jawa Barat pada tahun 2007,” ungkap Tuti Surtimanah, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dalam sambutannya pada acara pembukaan Senin malam di Pendopo Kota Banjar.
Hadir membuka acara Walikota Banjar, Dr. H. Herman Sutrisno, MM. Dalam sambutannya Herman memaparkan tentang program Siaga yang dijalankan di Kota Banjar. Perlu diakui bahwa ada beberapa hal istimewa yang turut mendukung suksesnya program Siaga di Kota Banjar. Pertama, kepala daerah yang memiliki latar belakang pendidikan kesehatan. Sebagai seorang dokter, tentunya Herman sangat memahami tentang arti penting kesehatan. Kedua, keberpihakan anggaran. APBD Kota Banjar lebih mengutamakan belanja publik daripada belanja aparatur. “Belanja publik sebesar 52% dari APBD. Yang kami prioritaskan memang belanja publik dan anggaran untuk kesehatan mendapat perhatian khusus. Sisanya baru untuk belanja aparatur,” jelas Herman. Ketiga, dengan memiliki pemimpin yang mengerti tentang kesehatan dan didukung oleh keberpihakan anggaran, maka tumbuh self confidence di kalangan masyarakat untuk menyukseskan program Siaga.
Kepedulian Walikota Banjar pada bidang kesehatan memang patut mendapatkan acungan jempol. Hal ini terungkap dalam diskusi antara walikota dengan peserta pertemuan setelah acara resmi dibuka. Tanpa bermaksud untuk menyombongkan diri, Herman mengatakan bahwa tunjangan walikota di tahun pertama ia menjabat diberikan sepenuhnya untuk dana operasional Siaga.
Seharian penuh di hari kedua, peserta melakukan kunjungan lapangan. Terbagi menjadi 7 kelompok, peserta melakukan kunjungan ke 7 lokasi Siaga, mulai dari lokasi RW Siaga, Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas), sekretariat Kelompok Kerja Operasional Siaga di tingkat kecamatan, dan sekretariat Kelompok Kerja Operasional Siaga di tingkat kota.
Secara umum program Siaga telah berjalan dengan baik dan merata di Kota Banjar. Diakui masih terdapat beberapa kekurangan di lapangan. Namun salah seorang sumber di Dinas Kesehatan Kota Banjar mengatakan bahwa lokasi kunjungan lapangan bukanlah lokasi Siaga yang terbaik di Kota Banjar. “Yang terbaik sengaja tidak dikunjungi. Kami memberikan kesempatan bagi lokasi lain yang tengah berkembang agar termotivasi untuk terus menyempurnakan Siaga.” []