Pengungsi Gempa Jawa Barat 210 Ribu Orang

Sep 9th, 2009 | By | Category: Berita

8/9/2009 (Kominfo-Newsroom) – Jumlah warga yang mengungsi akibat gempa bumi di Jawa Barat hingga Selasa (8/9) tercatat lebih dari 210 ribu orang. “Senin kemarin masih 186.076 orang dan hari ini bertambah signifikan menjadi 210.292 orang, kami tetap antisipasi dan melayani mereka,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar, Denny Juanda, di Bandung Selasa (8/9).Kian membludaknya pengungsi, kata Denny, karena masyarakat masih khawatir terhadap kemungkinan gempa susulan sehingga mereka memilih tinggal di tenda-tenda pengungsian.

“Mereka tinggal di beberapa tenda pengungsian karena kuatir tidak mendapat bantuan, padahal rumah mereka masih layak huni,” katanya.

Sebagian korban gempa tinggal di pengungsian dengan alasan lebih mudah mendapatkan bantuan dibanding bila mereka tinggal di rumah.

Pemerintah, Satkorlak PBA, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara periodik tiap enam jam terus mendata pengungsi untuk pemuktahiran data.

Data sementara korban jiwa akibat gempa di Jawa Barat hingga Selasa pukul 15.30 WIB menyebutkan, 70 orang tewas dan 21 lainnya masih hilang, korban luka-luka 1.254 orang, sedikitnya 63.717 rumah rusak berat, 131.216 rumah rusak ringan, 2.010 masjid rusak, 1.089 sekolah, dan 232 perkantoran juga rusak.

Prioritas Rehabilitasi Fasum

Sementara itu Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan verifikasi secepatnya dan mengupayakan pembangunan fasilitas umum sesegera mungkin.

“Verifikasi sekolah, masjid dan pondok pesantren akan dipercepat sehingga bisa secepatnya difungsikan lagi. Diharapkan proses rehabilitasinya bisa tuntas pada akhir 2009 ini. Rehabilitasi fasilitas umum jadi prioritas,” kata Heryawan.

Heryawan menyebutkan, proses tanggap darurat gempa bumi di Jabar akan berlangsung selama 14 hari dan rencananya tuntas pada 16 September 2009 mendatang.

Selanjutnya, akan dilakukan proses recovery dilanjutkan rekonstruksi dan rehabilitasi terhadap fasilitas dan permukiman yang rusak akibat gempa.

Untuk penanganan tanggap darurat di Jawa Barat, pemerintah pusat melalui Presiden RI telah menyalurkan bantuan senilai Rp5 miliar yang didistribusikan ke 14 kabupaten/kota.

Sedangkan untuk proses rekonstruksi dan rehabilitasi, katanya, pemerintah akan mengucurkan anggaran sebesar Rp1,5 triliun dari APBN yang akan dikelola oleh pemerintah daerah.

“Proses tanggap darurat dan rekonstruksi nantinya sebagian besar atau 80 persen akan ditanggung APBN, sisanya dari anggaran provinsi dan kabupaten/kota,” kata Heryawan. (Ant/ysoel)

Sumber: http://www.depkominfo.go.id

Tags: , , , ,

Leave Comment