Pemeriksaan Bumil Terpadu YEI-Stikes A. Yani Cimahi
Aug 29th, 2008 | By admin2 | Category: Berita, FiturYayasan Eureka Indonesia (YEI) dan Panitia Pengabdian Masyarakat Dies Natalis VI Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jenderal Ahmad Yani Cimahi mengadakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Ibu Hamil Terpadu se-Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi, Tengah, Kota Cimahi, Rabu (27/08). Mengambil tempat di Aula Kelurahan Cigugur Tengah, kegiatan ini disetting bersamaan dengan pelayanan kesehatan yang telah rutin dilakukan oleh Rumah Bersalin Gratis Rumah Zakat Indonesia (RBG RZI) di tempat yang sama.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan terpadu bagi ibu hamil ini meliputi pendataan ibu hamil, penilaian status gizi (penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, dan pengukuran lingkar lengan atas), pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar hemoglobin, pemberian PMT ibu hamil, penyulugan gizi tentang diet ibu hamil, pemeriksaan kehamilan, serta penyuluhan tentang senam ibu hamil, perawatan payudara, dan teknik menyusui yang baik.
Antusiasme ibu-ibu hamil yang ada di kelurahan cigugur tengah untuk mengikuti kegiatan ini sangat besar. Tercatat sebanyak 130 ibu hamil sebagai peserta. “Undangan sudah kami sebar ke semua RW melalui jalur kader PKK dan Posyandu. Memang tidak semua ibu hamil dapat hadir karena sebagian bekerja, tapi jumlah ibu hamil yang hadir termasuk banyak. Tentu saja karena pelayanannya gratis. Saya lihat pelayanannya pun lengkap sehingga peserta merasa sangat puas, walaupun harus antri berdesak-desakan,” ungkap Ibu Iim Benny, kader PKK Kelurahan Cigugur Tengah yang sejak awal membantu proses kegiatan.
“Bagi Stikes A. Yani, ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat dalam rangka Dies Natalis ke-6. Saat ini pun tengah berlangsung seminar pendidikan anak di kampus kami yang menghadirkan pakar pendidikan anak, Dr. Seto Mulyadi atau yang biasa kita panggil Kak Seto,” jelas Susilowati, S.KM., Koordinator Kegiatan Pengabdian Masyarakat Dies Natalis VI Stikes A. Yani Cimahi yang juga Pendiri dan Pembina YEI.
Mendukung Program Siaga
Lain halnya dengan sudut pandang YEI. Kerja sama kegiatan dengan Stikes A. Yani ini disambut baik oleh YEI karena sasaran pesertanya adalah ibu hamil. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk turut mendukung suksesnya program Siaga yang salah satu konsentrasinya adalah ibu hamil. Kita tahu masalah kesehatan masyarakat sangat kompleks, dan itu tidak mungkin diselesaikan oleh pemerintah saja. Melalui kegiatan ini Stikes A. Yani sebagai institusi pendidikan kesehatan dan YEI sebagai unsur sektor ketiga di bidang kesehatan mencoba membuktikan kontribusi riilnya bagi perbaikan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” papar Kuspriyanto, S.Si., Apt., Ketua YEI, yang menjadi penganggung jawab teknis kegiatan di lapangan.
Selain memberikan pelayanan kesehatan pada ibu-ibu hamil yang ada di Kelurahan Cigugur Tengah, dalam kegiatan ini pun YEI sengaja mengumpulkan data kesehatan ibu hamil yang diharapkan dapat menjadi nformasi yang berharga bagi pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat. “memang tidak banyak data yang kami kumpulkan karena keterbatasan waktu. Idealnya data-data tersebut dikumpulkan melalui sebuah mekanisme survey terpisah. Tapi setidaknya ada beberapa data kesehatan yang kami kumpulkan terkait dengan Program Siaga,” tambah Yanto, demikian Ketua YEI biasa dipanggil.
Angka Anemia Ibu Hamil cukup Tinggi
Salah satu data kesehatan yang berhasil dikumpulkan melalui kegiatan tersebut adalah data anemia ibu hamil. Karena keterbatasan alat, hanya 97 ibu hamil yang diperiksa kadar hemoglobinnya. “Kami mencatat 58,8% ibu hamil dengan kadar hemoglobin normal, 37,1% mengalami anemia ringan, dan 4,1% mengalami anemia berat,” ungkap Yanto. YEI menjamin angka tersebut valid karena pemeriksaan dilakukan menggunakan alat Hemocue digital dengan tingkat akurasi dan presisi yang tinggi.
“Data ini akan kami laporkan ke Puskesmas setempat. Kami berharap agar temuan ini ditindaklanjuti. Kita tahu masalah anemia gizi besi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang klasik namun belum tertangani dengan baik hingga saat ini. Tentu banyak faktor penyebabnya,dan salah satunya adalah minimnya data prevalensi anemia gizi besi yang ada di Dinas Kesehatan dan Puskesmas.” tambah Ketua YEI.
Minimnya Kesiapan Biaya Bersalin
Dari sejumlah data kesehatan yang dikumpulkan, YEI pun mencoba mendata tentang kesiapan biaya persalinan ibu hamil. Tidak mudah untuk mendapatkan informasi tersebut. Sebagian besar ibu hamil menjawab dengan malu-malu.
“Kami coba untuk memberi pengetian bahwa tidak perlu malu untuk menjawab. Justru jawaban yang jujur dan apa adanyalah yang kita perlukan dan penting bagi suksesnya Program Siaga. Ternyata sebagian besar ibu hamil belum memiliki kesiapan biaya bersalin. Mohon maaf kami tidak mendapatkan jawaban Dasolin dan sejenisnya. Kesiapan biaya yang ada hanya bersumber dari Askes, Askeskin, dan tabungan sendiri saja,” jelas Ketua YEI. []