Apa dan Mengapa Vitamin A (Bagian 2)
Aug 8th, 2008 | By admin2 | Category: Artikel Utama, Gizi dan KesehatanApa itu vitamin A?
Vitamin A merupakan salah satu zat gizi penting yang larut dalam lemak dan disimpan dalam hati, tidak dapat dibuat oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi dari luar (esensial), berfungsi untuk penglihatan, pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.
Apa manfaat vitamin A?
- Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan infeksi seperti campak dan diare.
- Membantu proses penglihatan dalam adaptasi dari tempat yang terang ke tempat yang gelap.
- Mencegah kelainan pada sel-sel epitel termasuk pada selaput lendir mata.
- Mencegah terjadinya proses metaplasi sel-sel epitel sehingga kelenjar tidak memproduksi cairan yang dapat menyebabkan terjadinya kekeringan pada mata (xerosis konjungtiva).
- Mencegah terjadinya kerusakan mata berlanjut yang akan menjadi bercak bitot (bitot’s spot) bahkan kebutaan.
- Vitamin A esensial untuk membantu proses pertumbuhan.
Berapa kebutuhan vitamin A perhari?
Angka kecukupan vitamin A rata-rata yang dianjurkan perorang perhari:
- Air Susu Ibu (ASI).
- Bahan makanan hewani seperti hati, kuning telur, ikan, daging, ayam, dan bebek.
- Buah-buahan berwarna kuning dan jingga seperti pepaya, mangga masak, alpukat jambu biji merah, dan pisang.
- Sayuran yang berwarna hijau tua dan berwarna jingga seperti bayam, daun mangkokan, daun kelor, daun bluntas, kecipir, labu kuning, daun ubi jalar, tomat, dan wortel.
- Bahan makanan yang difortifikasi (diperkaya) dengan vitamin A seperti margarin, susu, dan beberapa jenis mie instan.
Apa itu Kurang Vitamin A (KVA)?
KVA adalah suatu keadaan dimana simpanan vitamin A dalam tubuh berkurang. Pada tahap awal ditandai dengan gejala rabun senja atau kurang dapat melihat pada malam hari. Gejala tersebut juga ditandai dengan menurunnya kadar serum retinol dalam darah (kurang dari 20 ug/dl). Pada tahap selanjutnya terjadi kelainan jaringan epitel dari organ tubuh seperti paru-paru, usus, kulit, dan mata. Gambaran KVA yang khas dapat langsung terlihat pada mata.
Apa penyebab KVA?
- Konsumsi vitamin A dalam makanan sehari-hari tidak mencukupi kebutuhan tubuh dalam jangka waktu lama.
- Proses penyerapan makanan dalam tubuh terganggu karena infeksi cacing, diare, rendahnya konsumsi lemak, protein, dan seng (Zn).
- Adanya penyakit ISPA, campak, dan diare.
Apa tanda dan gejala awal KVA?
- Buta senja ditandai dengan kesulitan melihat dalam cahaya remang atau senja hari.
- Kulit tampak kering dan bersisik seperti ikan terutama pada tungkai bawah bagian depan dan lengan atas bagian belakang.
Apa faktor risiko KVA?
- Faktor sosial ekonomi, budaya, dan pelayanan kesehatan yang tidak mendukung seperti:
Kurang kesediaan pangan sumber vitamin A.
2) Kemampuan daya beli yang rendah.
3) Kurangnya pengetahuan.
4) Pola dan cara makan tidak seimbang.
5) Adanya tabu atau pantangan terhadap makanan sumber vitamin A
6) Cakupan imunisasi dan cakupan distribusi kapsul vitamin A rendah. Angka kesakitan tinggi karena penyakit campak dan diare.
7) Kurang tersedianya air bersih dan sanitasi lingkungan yang tidak sehat. - Faktor individu (biologis):
1) Anak dengan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR)
2) Anak yang tidak mendapat ASI Eksklusif dan tidak diberi ASI sampai usia 2 tahun.
3) Anak yang tidak mendapat MP-ASI yang cukup baik mutu maupun jumlahnya.
4) Anak kurang gizi atau di Bawah Garis Merah (BGM) pada KMS.
5) Anak yang menderita penyakit dan infeksi (campak, diare, TBC, pneumonia, malaria, kecacingan, dan HIV/AIDS).
6) Anak yang tidak pernah mendapatkan kapsul vitamin A dan imunisasi. - Faktor geografis:
1) Sulitnya akses ke sarana pelayanan kesehatan.
2) Daerah tandus, sering paceklik, atau rawan pangan.
3) Keadaan darurat karena bencana alam, perang, dan kerusuhan.
Bagaimana mencegah KVA?
- Berikan ASI Eksklusif kepada bayi sampai berumur 6 bulan dan ASI hingga berumur 2 tahun disertai dengan pemberian MP-ASI yang cukup dan berkualitas.
- Konsumsi makanan dengan gizi seimbang dan kaya vitamin A dalam menu makanan sehari-hari.
- Cegah kecacingan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
- Konsumsi kapsul vitamin A sesuai kebutuhan sasaran.
Mungkinkah terjadi kelebihan vitamin A?
Mungkin saja, tetapi kasus kelebihan vitamin A sampai saat ini jarang ditemukan. Bila pemberian sesuai dengan aturan dosis, kelebihan tidak akan terjadi. Tetapi apabila anak meminum lebih dari 1 kapsul vitamin A dosis tinggi dalam waktu yang bersamaan perlu diwaspadai. Kelebihan vitamin A atau disebut juga hipervitaminosis vitamin A.
Bagaimana tanda-tanda atau gejala hipervitaminosis vitamin A?
Hipervitaminosis vitamin A adalah suatu kondisi dimana kadar vitamin A dalam darah atau jaringan tubuh tinggi sehingga menyebabkan timbulnya gejala-gejala spesifik seperti sakit kepala, pusing, mual, muntah, dan anoreksia (tidak nafsu makan) yang berat. Hipervitaminosis dapat berupa:
- Hipervitaminosis A akut
Disebabkan karena pemberian dosis tunggal vitamin A yang sangat besar, atau pemberian berulang dosis yang lebih kecil tetapi konsumsi dalam periode 1-2 bulan. Gejala-gejala biasanya sementara dan akan hilang dalam waktu 2 hari. - Hipervitaminosis A kronis
Disebabkan karena mengkonsumsi vitamin dosis tinggi yang berulang-ulang dalam waktu beberapa bulan atau beberapa tahun. Keadaan ini biasanya hanya terjadi pada orang dewasa yang mengatur pengobatannya sendiri.
Hipervitaminosis A kronis pada anak-anak dan bayi biasanya menyebabkan anoreksia (tidak nafsu makan), kulit kering, gatal dan kemerahan, peningkatan tekanan intra-kranial, bibir pecah-pecah, tungkai dan lengan lemah dan membengkak. Masalah yang tampak sebagian besar akan hilang dalam waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan.
Bagaimana mengatasi kelebihan vitamin A?
Hentikan pemberian suplementasi vitamin A untuk sementara sampai gejala hipervitaminosis A hilang dengan sendirinya. Apabila gejala tidak hilang segera rujuk ke puskesmas. []
Sumber:
Apa dan Mengapa tentang Vitamin A: Panduan Praktis untuk Praktisi Kesehatan
Departemen Kesehatan Republik Indonesia
Direktorat Gizi Masyarakat
2005

