Mengenal Tuberkulosis (TBC)

Mar 24th, 2009 | By | Category: Fitur

DEFINISI

Tuberkulosis adalah suatu infeksi menular dan bisa berakibat fatal, yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, Mycobacterium bovis atau Mycobacterium africanum.

Tuberkulosis menunjukkan penyakit yang paling sering disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, tetapi kadang disebabkan oleh M.bovis atau M.africanum. Bakteri lainnya menyebabkan penyakit yang menyerupai tuberkulosis, tetapi tidak menular dan sebagian besar memberikan respon yang buruk terhadap obat-obatan yang sangat efektif mengobati tuberkulosis.

Tuberkulosis ditularkan melalui udara yang terkontaminasi oleh bakteri M. tuberculosis.
Udar terkontaminasi oleh bakteri karena penderita tuberkulosis aktif melepaskan bakteri melalui batuk dan bakteri bisa bertahan dalam udara selama beberapa jam.
Janin bisa tertular dari ibunya sebelum atau selama proses persalinan karena menghirup atau menelan cairan ketuban yang terkontaminasi. Bayi bisa tertular karena menghirup udara yang mengandung bakteri.
Di negara-negara berkembang, anak-anak terinfeksi oleh mikobakterium lainnya yang menyebabkan tuberkulosis. Organisme ini disebut M. bovis, yang bisa disebarkan melalui susu yang tidak disterilkan.

Sistem kekebalan seseorang yang terinfeksi oleh tuberkulosis biasanya menghancurkan bakteri atau menahannya di tempat terjadinya infeksi. Kadang bakteri tidak dimusnahkan tetapi tetap berada dalam bentuk tidak aktif (dorman) di dalam makrofag (sejenis sel darah putih) selama bertahun-tahun.
Sekitar 80% infeksi tuberkulosis terjadi akibat pengaktivan kembali bakteri yang dorman. Bakteri yang tinggal di dalam jaringan parut akibat infeksi sebelumnya (biasanya di puncak salah satu atau kedua paru-paru) mulai berkembangbiak. Pengaktivan bakteri dorman ini bisa terjadi jika sistem kekebalan penderita menurun (misalnya karena AIDS, pemakaian kortikosteroid atau lanjut usia).

Biasanya seseorang yang terinfeksi oleh tuberkulosis memiliki peluang sebesar 5% untuk mengalami suatu infeksi aktif dalam waktu 1-2 tahun.

  • Perkembangan tuberkulosis pada setiap orang bervariasi, tergantung kepada berbagai faktor: Suku : tuberkulosis berkembang lebih cepat pada orang kulit hitam dan penduduk asli Amerika
  • Sistem kekebalan : infeksi aktif lebih sering dan lebih cepat terjadi pada penderita AIDS. Penderita AIDS memiliki peluang sebesar 50% utnuk menderita infeksi aktif dalam waktu 2 bulan. Jika bakteri menjadi resisten terhadap antibiotik, maka kemungkinan meninggal pada penderita AIDS dan tuberkulosis dalam waktu 2 bulan adalah sebesar 50%.

Tuberkulosis aktif biasanya dimulai di paru-paru (tuberkulosis pulmoner). Tuberkulosis yang menyerang bagian tubuh lainnya (tuberkulosis ekstrapulmoner) biasanya berasal dari tuberkulosis pulmoner yang telah menyebar melalui darah. Infeksi bisa tidak menyebabkan penyakit, tetapi bakteri tetap hidup dorman di dalam jaringan parut yang kecil.

Tuberkulosis Milier

Tuberkulosis yang bisa berakibat fatal dapat terjadi jika sejumlah besar bakteri menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Infeksi ini disebut tuberkulosis milier, karena menyebabkan terbentuknya jutaan luka kecil seukuran jewawut (makanan burung).

Gejala tuberkulosis milier bisa sangat samar dan sulit dikenali; yaitu berupa penurunan berat badan, demam, menggigil, lemah, tidak enak badan dan gangguan pernafasan. Jika menyerang sumsum tulang, bisa terjadi anemia berat dan kelainan darah lainnya, yang menyerupai leukemia. Pelepasan bakteri sewaktu-waktu ke dalam aliran darah dari luka yang tersembunyi bisa menyebabkan demam yang hilang-timbul, disertai penurunan berat badan secara bertahap.

PENYEBAB

Bakteri Mycobacterium tuberculosis, Mycobacterium bovis atau Mycobacterium africanum.

GEJALA

Pada awalnya penderita hanya merasakan tidak sehat atau batuk.
Pada pagi hari, batuk bisa disertai sedikit dahak berwarna hijau atau kuning. Jumlah dahak biasanya akan bertambah banyak, sejalan dengan perkembangan penyakit. Pada akhirnya, dahak akan berwarna kemerahan karena mengandung darah.

Salah satu gejala yang paling sering ditemukan adalah berkeringat di malam hari. Penderita sering terbangun di malam hari karena tubuhnya basah kuyup oleh keringat sehingga pakaian atau bahkan sepreinya harus diganti.

Sesak nafas merupakan pertanda adanya udara (pneumotoraks atau cairan (efusi pleura) di dalam rongga pleura. Sekitar sepertiga infeksi ditemukan dalam bentuk efusi pleura.

Pada infeksi tuberkulosis yang baru, bakteri pindah dari luka di paru-paru ke dalam kelenjar getah bening yang berasal dari paru-paru. Jika sistem pertahanan tubuh alami bisa mengendalikan infeksi, maka infeksi tidak akan berlanjut dan bakteri menjadi dorman.

Pada anak-anak, kelenjar getah bening menjadi besar dan menekan tabung bronkial dan menyebabkan batuk atau bahkan mungkin menyebabkan penciutan paru-paru. Kadang bakteri naik ke saluran getah bening dan membentuk sekelompok kelenjar getah bening di leher. Infeksi pada kelenjar getah bening ini bisa menembus kulit dan menghasilkan nanah.

Tuberkulosis bisa menyerang organ tubuh selain paru-paru dan keadaan ini disebut tuberkulosis ekstrapulmoner.

Bagian tubuh yang paling sering terkena adalah ginjal dan tulang. Tuberkulosis ginjal bisa hanya menghasilkan sedikit gejala, tetapi infeksi bisa menghancurkan sebagian dari ginjal. Lalu tuberkulosis bisa menyebar ke kandung kemih.

Pada pria, infeksi juga bisa menyebar ke prostat, vesikula seminalis dan epididimis, menyebabkan terbentuknya benjolan di dalam kantung zakar. Pada wanita, tuberkulosis bisa menyerang indung telur dan salurannya, sehingga terjadi kemandulan. Dari indung telur, infeksi bisa menyebar ke selaput rongga perut dan menyebabkan peritonitis tuberkulosis, dengan gejala berupa lelah, nyeri perut disertai nyeri tekan ringan sampai nyeri hebat yang menyerupai radang usus buntu.

Infeksi bisa menyebar ke persendian, menyebabkan artritis tuberkulosis. Sendi meradang dan nyeri. Yang paling sering terkena adalah sendi pinggul dan lutut; tetapi bisa juga menyerang tulang pergelangan tangan, tangan dan sikut.

Tuberkulosis bisa menginfeksi kulit, usus dan kelenjar adrenal. Infeksi pada dinding aorta (arteri utama) menyebabkan pecahnya aorta. Infeksi pada kantung jantung menyebabkan perikarditis tuberkulosis, dimana perikardiuim teregang oleh cairan. Cairan ini bisa mengganggu kemampuan jantung dalam memompa darah. Gejalanya berupa demam, pelebaran vena leher dan sesak nafas.

Infeksi pada dasar otak disebut meningitis tuberkulosis. Gejalanya berupa demam, sakit kepala yang menetap, mual dan penurunan kesadaran. Kuduk sangat kaku sehingga dagu tidak dapat didekatkan ke dada. Kadang setelah meningitisnya membaik, akan terbentuk massa di dalam otak, yang disebut tuberkuloma. Tuberkuloma bisa menyebabkan kelemahan otot (seperti yang terjadi pada stroke) dan harus diangkat melalui pembedahan.

Pada anak-anak, bakteri bisa menginfeksi tulang belakang dan ujung tulang-tulang panjang pada lengan dan tungkai. Jika keadaan ini tidak segera diatasi, bisa terjadi kolaps pada 1 atau 2 tulan belakang yang dapat menyebabkan kelumpuhan.

Di negara-negara berkembang, bakteri tuberkulosis bisa disebarkan melalui susu yang terkontaminasi dan tinggal di dalam kelenjar getah bening leher atau di dalam usus halus. Selaput lendir dari saluran pencernaan resisten terhadap bakteri, karena itu infeksi baru terjadi jika bakteri terdapat dalam jumlah yang sangat banyak atau jika terdapat gangguan sistem kekebalan.

Tuberkulosis intestinalis bisa tidak menimbulkan gejala, tetapi menyebabkan pertumbuhan jaringan yang abnormal di daerah yang terinfeksi, yang bisa disalahartikan sebagai kanker.


DIAGNOSA

Yang seringkali merupakan petunjuk awal dari tuberkulosis adalah foto rontgen dada. Penyakit ini tampak sebagai daerah putih yang bentuknya tidak teratur dengan latar belakang hitam.
Rontgen juga bisa menunjukkan efusi pleura atau pembesaran jantung (perikarditis).

Pemeriksaan diagnostik untuk tuberkulosis adalah:

  1. Tes kulit tuberkulin, disuntikkan sejumlah kecil protein yang berasal dari bakteri tuberkulosis ke dalam lapisan kulit (biasanya di lengan). 2 hari kemudian dilakukan pengamatan pada daerah suntikan, jika terjadi pembengkakand an kemerahan, maka hasilnya adalah positif.
  2. Pemeriksaan dahak, cairan tubuh atau jaringan yang terinfeksi. Dengan sebuah jarum diambil contoh cairan dari dada, perut, sendi atau sekitar jantung. Mungkin perlu dilakukan biopsi untuk memperoleh contoh jaringan yang terinfeksi.

Untuk memastikan diagnosis meningitis tuberkulosis, dilakukan pemeriksaan reaksi rantai polimerase (PCR) terhadap cairan serebrospinalis. Untuk memastikan tuberkulosis ginjal, bisa dilakukan pemeriksaan PCR terhadap air kemih penderita atau pemeriksaan rontgen dengan zat warna khusus untuk menggambarkan adanya massa atau rongga abnormal yang disebabkan oleh tuberkulosis. Kadang perlu dilakukan pengambilan contoh massa tersebut untuk membedakan antara kanker dan tuberkulosis.

Untuk memastikan diagnosis tuberkulosis pada organ reproduksi wanita, dilakukan pemeriksaan panggul melalui laparoskopi. Pada kasus-kasus tertentu perlu dilakukan pemeriksaan terhadap contoh jaringan hati, kelenjar getah bening atau sumsum tulang.

PENGOBATAN

Terdapat 5 jenis antibotik yang dapat digunakan. Suatu infeksi tuberkulosis pulmoner aktif seringkali mengandung 1 miliar atau lebih bakteri, sehingga pemberian 1 macam obat akan menyisakan ribuan organisme yang benar-benar resisten terhadap obat tersebut. Karena itu, paling tidak, diberikan 2 macam obat yang memiliki mekanisme kerja yang berlainan dan kedua obat ini akan bersama-sama memusnahkan semua bakteri.

Setelah penderita benar-benar sembuh, pengobatan harus terus dilanjutkan, karena diperlukan waktu yang lama untuk memusnahkan semua bakteri dan untuk mengurangi kemungkinan terjadi kekambuhan.

Antibiotik yang paling sering digunakan adalah isoniazid, rifampicin, pirazinamid, streptomisin dan etambutol. Isoniazid, rifampicin dan pirazinamid dapat digabungkan dalam 1 kapsul, sehingga mengurangi jumlah pil yang harus ditelan oleh penderita. Ketiga obat ini bisa menyebabkan mual dan muntah sebagai akibat dari efeknya terhadap hati. Jika timbul mual dan muntah, maka pemakaian obat harus dihentikan sampai dilakukan tes fungsi hati. Jika tes fungsi hati menunjukkan adanya reaksi terhadap salah dari ketiga obat tersebut, maka biasanya obat yang bersangkutan diganti dengan obat yang lain.

Pemberian etambutol diawali dengan dosis yang relatif tinggi untuk membantu mengurangi jumlah bakteri dengan segera. Setelah 2 bulan, dosisnya dikurangi untuk menghindari efek samping yang berbahaya terhadap mata.

Streptomisin merupakan obat pertama yang efektif melawan tuberkulosis, tetapi harus diberikan dalam bentuk suntikan. Jika diberikan dalam dosis tinggi atau pemakaiannya berlanjut sampai lebih dari 3 bulan, streptomisin bisa menyebabkan gangguan pendengaran dan keseimbangan.

Jika penderita benar-benar mengikuti pengobatan dengan teratur, maka tidak perlu dilakukan pembedahan untuk mengangkat sebagian paru-paru. Kadang pembedahan dilakukan untuk membuang nanah atau memperbaiki kelainan bentuk tulang belakang akibat tuberkulosis.

PENCEGAHAN

  • Terdapat beberapa cara untuk mencegah tuberkulosis: Sinar ultraviolet pembasmi bakteri, bisa digunakan di tempat-tempat dimana sekumpulan orang dengan berbagai penyakit harus duduk bersama-sama selama beberapa jam (misalnya di rumah sakit, ruang tunggu gawat darurat). Sinar ini bisa membunuh bakteri yang terdapat di dalam udara.
  • Isoniazid sangat efektif jika diberikan kepada orang-orang dengan resiko tinggi tuberkulosis, misalnya petugas kesehatan dengan hasil tes tuberkulin positif, tetapi hasil rontgen tidak menunjukkan adanya penyakit. Isoniazid diminum setiap hari selama 6-9 bulan.

Penderita tuberkulosis pulmoner yang sedang menjalani pengobatan tidak perlu diisolasi lebih dari beberapa hari karena obatnya bekerja secara cepat sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya penularan. Tetapi penderita yang mengalami batuk dan tidak menjalani pengobatan secara teratur, perlu diisolasi lebih lama karena bisa menularkan penyakitnya Penderita biasanya tidak lagi dapat menularkan penyakitnya setalah menjalani pengobatan selama 10-14 hari.

Di negara-negara berkembang, vaksin BCG digunakan untuk mencegah infeksi oleh M. tuberculosis. []

Sumber: http://medicastore.com/index.php?mod=penyakit&id=69

Tags: , , , , , , ,

21 comments
Leave a comment »

  1. dleherku ada benjolan . .
    pas aku SMA dah pernah diambil (nanahnya dkluarkan)
    kata dokter ni salah satu tuberculosis . .
    aku dah menjalani perawatan mulai dari SMA kelas 1 ampe pertengahan kls 3 tp kadang aku ada bolong2 makan obatnya . .
    aku menjalani pengobatan yg dari puskesmas selama 9 bulan minum obat . .
    aku mw nanya pa aku tuh dah sembuh

  2. Benjolan tampaknya tanda TB kelenjar.
    memang terapi obat harus kontinu, tidak boleh putus seharipun.
    Jika terapi benar, 6 bulan pun dapat dipastikan sembuh.
    Terima kasih.

  3. anak saya 9 th 5 bln, bb 18kg, diagnosa tb dengan skorsing 10 dan ada pembengkakan kelenjar dileher kiri sekitar 1 cm . pengobatan baru dimulai untuk 6 bulan., suka mual, lemah ,tdk nafsu makan dan kulit kaki atau tangan mudah gatal2. saya takut apakah anak saya ada kemungkinan terkena kanker juga? apa yang harus saya lakukan mohon pencerahan

  4. Ibu Nur, mual sepertinya dikarenakan obat yang diminum, jadi biasanya diberi juga vitamin B6 untuk mengurangi rasa mual. Kulit gatal bisa saja karena alergi. Tentang kemungkinan kanker boleh dikonsultasikan kepada dokter. Yang pasti Ibu perlu menambah berat badan anak, sepertinya di bawah normal. Coba berikan penambah nafsu makan, yang alami juga boleh, misal kunyit dan madu (biasanya jika berobat TB di Puskesmas diberikan juga multivitamin). TB akan lebih mudah disembuhkan jika pasien berada dalam kondisi/status gizi yang baik.
    Terima kasih.

  5. saya pernah positif peritonitis tbc dan kelenjar, berobat selama 12 bulan dan dinyatakan sembuh.
    pada waktu itu menstruasi saya sempat berhenti, setelah saya minum obat tbc beberapa bulan kemudian menstruasi saya datang lagi dan makin lama makin teratur seiring dengan kesembuhan saya. Apakah itu tandanya organ reproduksi saya pada waktu itu juga terserang kuman tb? Karena dokter tidak menjelaskannya. Sampai saat ini saya belum juga hamil. Apakah kemandulan karena tb ini permanen?
    Terima kasih

  6. Asslmkm. Dok, anak sy usia 4,5 thn bb 15kg. Tengah mengikuti terapi tb kelenjar sampai saat ini jalan 1 thn. Tp benjolan d leher kiri kanan sdh mengecil tp msh ada sbesar kcng tanah. Haruskah dia tes FNA lg ? Dan pengobatan apa selanjutx ? Ada yg blg katax stlh terapi 1thn tdk perlu d lanjutkan nanti jg kl sdh bsr hilang sendiri, apa itu betul ? Tlg d bls. Terimakasih

  7. Ibu Maya yang baik,
    sebaiknya dites lagi, seukuran kacang tanah artinya cukup besar, Bu.
    Terima kasih.

  8. Asslmkm. Dok, Istri saya di leher di bawah telinga kirinya terdapat tiga benjolan sebesar biji kacang, berikut saya tuliskan hasil Lab nya :
    SITOLOGI ASPIRASI BIOPSI : Dilakukan aspirasi biopsi pada benjolan di leher sebelah kiri.
    Didapat aspirat sebanyak satu tetes.
    MIKROSKOPIS : Smear aspirat tampak kelompokan sel epiteloid.
    Latar blkg smear sel-sel radang limfosit.
    Tidak tampak tanda-tanda malignansi pada sediaan ini.
    KESAN : Suspect radang kronis spesifik yang lazim dijumpai pada TBC
    Obat yang diberikan oleh dokter : Kalbutol 500 1X1, Kalrifam Rifampicin 450mg 1X1, Inadoxin Forte 1X1.
    Mohon pencerahannya, terima kasih, Wasslmlkm.

  9. Wass wr wb.

    Tampaknya istri Bapak mendapatkan resep untuk pengobatan tuberkolusis, khususnya tuberkolosis kelenjar (mengingat ditemukannya benjolan di leher). Sebaiknya jalankan terapi dengan disiplin, jangan sampai obat terlewat.
    Oya Pak, resepnya obat paten, pasti mahal. jika memungkinkan minta dokternya mengganti resep dengan obat generik.

    Terima kasih.

  10. Dear Admin,

    mohon pencerahannya. Anak saya, perempuan, 5 thn 4 bln, bb 22 kg, sedang menjalani terapi pengobatan TBC sudah 4 bulan berjalan. 2 hari kemarin terkena mumps (gondongan) dan oleh dokter diberikan penambah daya tahan tubuh (imboost), penurun panas (tempra forte) dan antibiotik. Sementara ini panasnya turun, pusing juga sudah hilang, akan tetapi ada rasa mual dan muntah. sehari kadang 4 kali, 2 hari ini sehari 2 kali.katanya mual, kayak mau muntah.
    Nafsu makannya menurun.

    Apakah perlu saya mintakan tes fungsi hati? bagaimana prosedur tes tersebut?

    terimakasih.
    Salam.

  11. Setelah minum obat rutin selama 14 bln, dokter menyatakan sembuh. Sy TB kelenjar dan TB nasophafing (pangkal ternggorokan. Awalnya benjolan di leher sebesar telur ayam di kiri dan kanan leher ukuran 5x 3×2.
    Walaupun sdh sembuh sy masih merasa badan sering lemas /mudah lelah.
    Bagaiman mengetahui bhw benar2 sudah bersih dari TB?

  12. Ibu sebaiknya kontrol lagi ke dokter yang menangani ibu, jika perlu lakukan tes lagi. mengenai sering lemas/mudah lelah, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter/apoteker tentang kemungkinan mengkonsumsi suplemen makanan. terima kasih.

  13. Anak saya ada benjolan di belakang leher dan dari situ dr memberi obat INH selama 1 tahun?! Tanpa tes apapun. Mohon pencerahannya

  14. sy sedang menjalani pengobatan TB katagori 2, saya mendapatkan suntikan steptomisin 3 hari lebih awal sebelum diberi obat, apakah itu mempengaruhi pengobatan yg saya jalani???terima kasih..

  15. anak saya 3 thn 2 bulan berat badan 21.8 kg…nafsu makannya sgt baik, tapi emang dia batuk terus setelah d tes dgn suntikan pada tangan dokter bilang positif terkena TBC…tapi kok ciri-ciri TBC nya ga ada ya pada anak saya…soalnya berat badannya naik terus, dia juga aktif dan tidak rewel. Mohon penjelasannya..terima kasih banyak

  16. mlm dok..bolehkah anak 7.5th diberikan inadoxin forte 1x sehari 1/2 tablet.. rifamp 300 1×1… pirazinamid 2×1/2 .. mohon jawabannya..

  17. dok saya menderita batuk udah 1 tahun lebih….tp saat saya rogten pertama indikasi cuman batuk sesak….kemudian sedikit sembuh kdang kambuh…..bulan awal tahun yg lalu saya terserang types 2 minggu setelah types saya sembuh saya keserang batuk lagi selama 2 minggu saya periksa kembali kata dokter cuman asma….tapi 3 minggu kemudian saya rogten paru2 saya udh da flek dan kp aktif……setalah dkasih obat saya minum 2 jenis obat….kemudian keluar keringat setelah minum obat tersebut….tp knp waktu dini hari saya mengalami menggigil yg hebat……

    karna saya merasa tidak kuat minum obat medis saya menghentikan pengobatan ….mengantinya dg herbal….tp blm jg da hasil nya…..adakah solusi lain dok?

  18. Ibu saya, 59 th, penderita gagal ginjal, sekarang didiagnosa menderita TB ginjal.
    Apakah pengobatannya sama dengan TB paru?
    Berapa lama prosesnya hingga sembuh?
    Apakah menular melalui udara seperti TB paru?
    Saya punya anak 2.5 th, sudah vaksin BCG, bagaimana agar tidak tertular?
    Terima kasih.

  19. tante sy umur 49 th, mengalami batuk berdahak slama 1,5 bln. setelah berobat ternyata dinyatakan TB paru aktif dan baru menjalani pengobatan dgn rimstar 3 hr ini, dan efeknya tiap hr pasti muntah, selain itu jg dikasih vit neurohax (ada B6 nya), kira2 perlu tambahan obat mual lg gak ya? obat apa yg cocok, tante sy jg ada DM. trus, kebetulan anak sy umur 7 bln sering dirawat oleh tante sy, jd sering kontak, 2 mgu yg lalu jg batuk, tp skrg uda sembuh, sy takut klo dia ktularan jg. klo dilakukan ft paru apakah sdh boleh/aman? ato ada pemeriksaan yg lain? trims…

  20. sore dok,sy mau tanya.
    sy berusia 25thn.8bln yg lalu sy dinyatakan + TB.lalu sy konsultasi ke dr.paru,diberi obat paten (gabungan smua jenis obat TB).seminggu kemudian,sy biduran,badan sy gatal2.lalu sy pindah ke dokter peny dalam,setelah alerginya sembuh,obat diberikan scara bertahap 1jenis/minggu utk melihat reaksinya,sampai komplet 4jenis+vit.B.
    nah,di bulan ke4,obat yg dikurangi tuh pyrazinamide,bukan ethambutol.ko beda ya dg artikel diatas?sy jadi kuatir. apakah setelah 6bln sdh bisa distop ataukah ada tes2 yg hrs dilakukan dulu utk dinyatakan sembuh?trims.

  21. saya butuh informasi kemana bisa saya hubungi untuk menanyakan lebih lanjut tentang TB usus.mohon balasannya secepatnya trimakasih banyak.

Leave Comment