Mengatur Makan di Bulan Syawal
Oct 5th, 2008 | By admin2 | Category: Gizi dan KesehatanAwal bulan Syawal merupakan hari wajib berbuka puasa bagi umat Islam yang telah menjalankan ibadah puasa satu bulan penuh. Hari besar ini dikenal sebagai hari Raya Idul Fitri atau hari Lebaran, yang merupakan hari besar dimana orang sudah boleh makan dan minum seperti biasa lagi, dan yang paling penting adalah bermaaf-maafan dengan saling mengunjungi sanak saudara dan handai taulan. Biasanya para orang yang dituakan akan menyiapkan pangganan kue, ketupat, makanan lain yang khas bagi para keponakan, cucu, dan cicit.
Sebagai dampak dari bulan Puasa, begitu hari Lebaran tiba, kita seringkali memanjakan tubuh kita dengan makan makanan sebanyak dan sesuka hati kita setelah menahan diri selama sebulan penuh. Apalagi kalau kita datang dan tidak mencicipi atau tak makan dirumah tersebut, tuan rumah biasanya akan memperlihatkan muka masam dan menganggap kita tidak menghormati empunya rumah.
Biasanya pada hari Lebaran penyakit yang timbul adalah penyakit saluran napas yang timbul akibat keletihan kita yang berlebihan karena kita tidak bisa mengatur waktu dengan baik, dan penyakit pencernaan akibat makan makanan secara berlebih dan tidak terkontrol. Penyakit tersebut akan lebih berat bila kita mempunyai penyakit Maag, Kencing manis dan Darah Tinggi. Selain itu puncak musim kemarau terjadi tepat pada waktu awal dan pertengahan puasa yang akan merubah pola makan kita diwaktu lebaran. Tentunya kita harus bisa menyiasati keadaan tersebut agar tubuh kita tetap sehat.
Untuk mengantisipasi, sebaiknya kita sudah mempersiapkan diri sejak awal siapa saja yang akan kita kunjungi di hari pertama dan di hari kedua lebaran, dan di mana kita akan shalat Ied berjemaah, makan pagi, makan siang atau makan malam, serta snacks yang pasti kita dapatkan pada setiap rumah. Managemen kunjungan penting dan perlu bagi kita untuk menjaga kondisi tubuh dan membagi waktu dengan baik agar badan kita tetap sehat.
Dianjurkan selama lebaran banyak minuman yang mengandung mineral tetapi sedikit mengandung gula untuk mengganti cairan tubuh dan mineral yang terbuang selama puasa. Sebaiknya jauhkan minuman bersoda walaupun nikmat diminum, dan minuman yang banyak mengandung gula karena akan mempermudah timbulnya sakit karena menurunkan daya tahan tubuh. Selain itu jauhkan minuman keras, minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin, dan minumlah minuman hangat-hangat kuku atau yang tak terlalu dingin dengan jumlah sekitar 1 ½ Liter hingga 2 Liter dalam sehari. Jangan menahan air seni terlalu lama kalau hendak buang air kecil karena berpotensi menimbulkan batu saluran kencing.
Selama Lebaran kita akan banyak menemui makanan berupa olahan daging dan jarang sekali sayur sayuran berserat, padahal selama bulan puasa kita banyak juga mengkonsumsi hasil olahan daging. Sumber makanan serat kita butuhkan agar pencernaan kita tetap baik dan membuat sisa makanan mudah dikeluarkan. Sayur-sayuran yang tersering didapatkan di hari Lebaran adalah sayur godok yang terbuat dari buah pepaya muda dan kacang panjang. Jarang sekali kita temui sayur asem, sayur lodeh atau gado-gado/pecel, apalagi sayur pakis sebagai menu di hari Lebaran, padahal khasanah makanan sayur-sayuran di negara kita sangat banyak dan bervariasi.
Jauhi pula makanan yang terlalu pedas atau terlalu asam karena akan menyebabkan murus-murus dan mengganggu acara yang telah kita siapkan. Kurangi pula makanan makanan kecil yang terlalu manis karena selain merusak gigi juga berpotensi menaikkan kadar gula darah. Ukur kemampuan anda dalam menikmati makanan dan minuman sehingga tidak terlalu kenyang dan tidak menimbulkan penyakit, karena segala sesuatu yang berlebihan akan membawa penyakit. Ingat sabda Nabi Muhammad Saw, “Makan sebelum lapar dan berhenti sebelum perut kenyang”.
Sumber:
http://www.yastroki.or.id/read.php?id=299
dengan editing seperlunya
