Mengapa Mesti Vaksinasi Hepatitis B?
Jan 27th, 2009 | By admin2 | Category: Ibu dan AnakBayi yang terinfeksi hepatitis B seringkali tak menunjukkan gejala apa pun. Namun akibat jangka panjangnya bisa fatal. Kenapa bayi perlu vaksinasi hepatitis B, jika yang terinfeksi virus ini umumnya para remaja dan orang dewasa? Mungkin begitu, pemikiran para ibu.
Sebabnya, bayi bisa terinfeksi virus hepatitis B saat proses persalinan jika ibu mengidap infeksi virus tersebut. Di negara berkembang seperti Indonesia, penularan virus hepatitis B yang paling umum adalah dari ibu ke anak, atau di antara anak yang dalam satu angota keluarga. Bayi dan anak-anak yang orangtuanya lahir di area yang menjadi endemi hepatitis B juga rawan mengidap infeksi virus yang menyebabkan penyakit organ hati tersebut. Lebih dari 1 miliar orang dewasa dan anak-anak terinfeksi hepatitis B, dan setiap tahun virus ini membunuh 1 juta orang di seluruh dunia.
Anak perlu divaksinasi hepatitis B sejak awal karena orang yang terinfeksi penyakit ini sejak muda lebih berisiko kena penyakit kronis dan komplikasi jangka panjang, berupa gagal hati atau kanker hati. Di samping itu, semakin muda usia si penerima vaksinasi, makin efektif kerja vaksin tersebut. Orang dewasa di atas 40 tahun yang menerima vaksinasi 80%-nya akan membangun sistem kekebalan yang bagus, namun jika vaksin itu diberikan kepada bayi tingkat kekebalannya mendekati 100%.
Mungkin ada yang beranggapan, sebaiknya anak divaksinasi saat remaja, ketika ia lebih banyak berhubungan dengan orang lain dan rawan perilaku berisiko, misalnya narkoba. Namun menurut penelitian 40% anak luput dari pemeriksaan kesehatan ketika mereka beranjak remaja. Jadi, melindungi anak ketika ia masih bayi akan membuatnya lebih selamat di masa kini dan masa datang.
20 Tahun Tanpa Gejala
Infeksi hepatitis B bisa berupa infeksi akut, yang berlangsung kurang dari 6 bulan. Atau infeksi kronis, bertahan 6 bulan atau lebih. Jika infeksi itu akut, sistem kekebalan tubuh akan mampu membunuh virus dari dalam tubuh dan penderita bisa pulih total dalam beberapa bulan. Namun jika sistem kekebalan tubuh tidak mampu melawan virus, infeksi hepatitis B ini akan berlangsung seumur hidup.
Pada sebagian orang, infeksi virus hepatitis B bisa menjadi kronis dan mengarah pada sirosis. Yakni, kerusakan organ hati secara permanen, sehingga menyebabkan gagal hati atau kanker hati. Dan bayi serta anak-anak yang terinfeksi sejak lahirlah, yang lebih rentan kena infeksi kronis. Sayangnya, kebanyakan bayi dan anak-anak yang mengidap hepatitis B tidak pernah menunjukkan gejala-gejala sakit. Hal ini juga berlaku pada sepertiga orang dewasa yang terkena.
Orang yang terinfeksi kronis di usia dewasa nantinya punya peluang 15% untuk meninggal akibat penyakit organ hati. Yang secara kronis terinfeksi saat bayi dan anak-anak punya peluang 25% untuk meninggal karena sirosis atau kanker hati. Orang yang terinfeksi hepatitis B secara kronis juga rentan kena infeksi hepatitis jenis lain yakni hepatitis D.
Hampir 90% bayi yang terinfdeksi virus hepatitis B selama tahun pertama, serta 30-50% balita yang terinfeksi di usia 1-4 tahun akan menjadi pengidap kronis. Infeksi ini bisa berlangsung tak terdeteksi sampai 20-40 tahun hingga akhirnya si penderita mengalami penyakit organ hati yang sangat serius.
Suntikan H-BIG
Ibu hamil dapat menularkan virus hepatitis B kepada janin yang dikandung. Jadi, jika ibu terdeteksi mengidap virus ini, bayi mesti menerima suntikan hepatitis B immune globulin (H-BIG) saat lahir, bersama seri pertama suntikan vaksin hepatitis B, dari tiga seri vaksinasi yang akan diterima si kecil.
Vaksin hepatitis B (Engerix-B) diberikan dalam tiga kali suntikan dan memberikan perlindungan sampai 90% terhadap infeksi hepatitis B, selama bertahun-tahun, kadang seumur hidup. Bayi biasanya menerima vaksinasi pada usia 2, 4, dan 8 bulan. Efek samping vaksinasi biasanya ringan, misalnya badan lemah, lesu, sakit kepala, mual, dan bengkak pada bekas suntikan.
Jika ibu hamil dan punya hepatisis B, segera informasikan kepada dokter. Dengan demikian, bayi bisa ditangani sesegera mungkin setelah ia lahir. b TG
Cara Penularan Hepatitis B
- Melalui darah dan cairan tubuh orang yang trinfeksi (sama dengan virus HIV-AIDS). Namun hepatitis B 100 kali lebih mudah menginfeksi dibanding HIV
- Melalui jarum suntik yang dipakai bersama
- Melakukan kontak seksual dengan orang yang terinfeksi
- Lahir atau bepergian di daerah endemi hepatitis B
- Terinfeksi dari ibu saat proses persalinan. []
Sumber:
Tabloid Ibu Anak
http://cyberwoman.cbn.net.id/cbprtl/cyberwoman/detail.aspx?x=Mother+And+Baby&y=cyberwoman%7C0%7C0%7C8%7C295

saya ingin menanyakan tentang virus tersebut..saya seorang ibu hamil 2 bulan lebih, suami saya mengidap penyakit hepatitis B. dan secara kebetulan almarhum ibu saya memiliki penyakit yang sama. saya tidak pernah memeriksakan diri saya apa saya punya penyakit ato tidak…namun disni yang ingin saya tanyakan sebaiknya suntikan vaksin hepatitis pada usia kandungan berapa bulan.terima kasih