Memperkenalkan Makanan pada Bayi

Apr 16th, 2008 | By | Category: Ibu dan Anak

Oleh: Susilowati, S.KM.
Dosen Kopertis Wilayah IV Dpk di Stikes A. Yani Cimahi

Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan orang dewasa yang diberikan secara bertahap pada bayi. Selain menambah asupan energi dari karbohidrat, MP-ASI juga memberi tambahan protein, asam lemak esensial, vitamin dan mineral.

Sesudah bayi berumur 3-4 bulan (atau 6 bulan dalam konteks ASI eksklusif saat ini), secara berangsur perlu diberikan makanan pelengkap berupa sari buah atau buah-buahan segar, makanan lumat dan akhirnya makanan lembek. Memasuki umur tersebut, gigi bayi telah tumbuh dan lidah tidak lagi menolak makanan setengah padat. Di samping itu, lambung bayi juga telah lebih baik dalam mencerna zat tepung. Menjelang umur 9 bulan bayi telah pandai menggunakan tangan untuk memasukkan benda ke dalam mulut sehingga siap mengonsumsi makanan (setengah) padat.

Pada dasarnya MP-ASI diberikan dengan tujuan untuk:

  1. Melengkapi zat-zat gizi yang kurang terdapat di dalam ASI/PASI.
  2. Mengembangkan kemampuan bayi untuk menerima bermacam makanan dengan berbagai rasa dan tekstur.
  3. Mengembangkan kemampuan bayi untuk mengunyah dan menelan.
  4. Melakukan adaptasi terhadap makanan yang mengandung kadar energi yang tinggi.

Agar MP-ASI dapat diberikan dengan efisien, sebaiknya diperhatikan cara-cara berikut:

  1. Berikan secara berhati-hati, sedikit demi sedikit, dari bentuk encer secara berangsur ke bentuk yang lebih kental. Makanan padat pertama harus bertekstur sangat halus dan licin. Bayi perlahan-lahan akan siap menerima tekstur yang lebih kasar.
  2. Makanan baru diperkenalkan satu-persatu dengan memperhatikan bahwa makanan betul-betul dapat diterima dengan baik. Jika bayi tidak dapat menoleransi makanan ini atau menunjukkan reaksi alergi, makanan tersebut jangan diberikan lagi.
  3. Makanan yang mudah menimbulkan alergi, yaitu sumber protein hewani diberikan terakhir. Urutan pemberian makanan adalah buah-buahan, tepung-tepungan, sayuran, daging (telur biasanya batu diberikan pada umur enam bulan).
  4. Bubur saring baru boleh diberikan jika bayi telah tumbuh gigi. Makanan cincang baru boleh diberikan setelah bayi pandai mengunyah.
  5. Bayi harus diajari cara memegang makanan. Seiring pertambahan usia, bayi perlu diajari pula cara mengambil makanan padat dari sendok makan.
  6. Makanan sebaiknya tidak dicampur karena bayi harus mempelajari perbedaan tekstur dan rasa makanan.
  7. Bayi sebaiknya disuapi dengan sendok atau cangkir. Diperlukan waktu beberapa hari untuk menyukai (lalu menggemari) cita rasa makanan baru tersebut. Pada perkenalan pertama, jika bayi mau memakan makanan ’asing’ tersebut sesendok atau dua sendok saja, itu sudah cukup. Kira-kira dua minggu kemudian bayi akan terbiasa. Begitu bayi telah terbiasa, jumlah asupan ditambah sedikit demi sedikit. Di samping itu, diperkenalkan pula makanan jenis lain yang dicincang halus lalu dicampur dengan makanan pokok atau diberikan secara terpisah.
  8. Makanan padat jangan dimasukkan ke dalam botol susu atau membuat lubang dot lebih besar yang mengesankan bayi ”meminum” makanan padat.
  9. Volume pemberian susu jangan segera dikurangi sebelum bayi mampu bersantap dengan sendok.
  10. Makanan padat sebaiknya disuapkan sebelum susu diberikan.
  11. Cara memberikan makanan bayi mempengaruhi perkembangan emosionalnya. Makanan jangan dipaksakan, sebaiknya diberikan waktu ia lapar. Tersenyum dan ajaklah bayi bicara selama menyuapi.
Tags: , , ,

Leave Comment