KPA Provinsi Jabar Ikuti ICAAP ke-9

Jul 23rd, 2009 | By | Category: Berita

Berita KPAP Jabar (23/07) – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jawa Barat menilai penyelenggaraan International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP) ke-9, yang akan berlangsung di Bali, Indonesia, pada 9 – 13 Agustus 2009 memiliki makna sangat penting. Melalui ICAAP, KPA Provinsi Jabar dapat mempelajari berbagai upaya yang dilakukan dunia internasional dalam memerangi epidemi HIV-AIDS yang kian memprihatinkan di Jawa Barat. Demikian diungkapkan Khoirul Naim, S.KM., M.Epid, Anggota KPA Provinsi Jabar, di Bandung (23/7).

Untuk itu KPA Provinsi Jabar akan mengirimkan sejumlah anggotanya mengikuti kongres AIDS terbesar di kawasan Asia-Pasifik ini. “Kita dapat menimba ilmu, sharing pengalaman, dan yang terpenting mempelajari success story dari berbagai negara dalam menekan laju kasus HIV-AIDS. Dengan jumlah kasus AIDS yang sangat tinggi di Jabar, kami yakin mendapat manfaat dari kegiatan ICAAP yang dapat diterapkan pada level provinsi, “ ucapnya.

Meski demikian menurut Naim, pihaknya akan tetap memperhatikan faktor sosial dan budaya lokal di Jabar. Pasalnya, belum tentu semua program yang dilaksanakan di sebuah negara dapat ditiru mentah-mentah oleh negara lainnya.

Senada dengan itu, Dr. Hj., Alma Lucyati, M.Kes., M.Si., M.HKes, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar menambahkan bahwa kajian ilmiah para pakar nasional dan internasional dalam kongres itu dapat menjadi masukan berharga bagi pemerintah di Jawa Barat.

“Apalagi jumlah kasus HIV-AIDS di Jabar tergolong sangat tinggi. Dari 26 kab/kota di Jabar, semuanya sudah melaporkan adanya kasus HIV-AIDS. Sehingga, tantangan bagi kami adalah bagaimana membuat  prioritas bagi wilayah yang jumlah kasusnya sangat tinggi,” jelasnya.

Sejak 1989 hingga Maret 2009 lalu, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mencatat secara kumulatif terdapat 4.520 kasus HIV-AIDS di Jabar (1.838 HIV positif dan 2.682 AIDS). Jumlah kasus HIV-AIDS  terbanyak dilaporkan dari Kota Bandung (1763 kasus), disusul Kota Bekasi (589 kasus), Kota Sukabumi (392 kasus), Kota Bogor (217 kasus), dan Kab. Bandung (150 kasus).

International Congress on AIDS in Asia and the Pacific (ICAAP)  merupakan ajang pertemuan dua tahun sekali untuk berdiskusi dan menyebarluaskan perkembangan ilmu, program dan kebijakan dalam rangka respon global terhadap HIV/AIDS dan diselenggarakan oleh AIDS Society of Asia and the Pacific (ASAP). ICAAP ke-9 di Bali diperkirakan dihadiri sekitar 3,000 peserta dari 51 negara Asia dan 14 negara Pasifik. Kongres ini akan berlangsung di Bali International Covention Centre (BICC) di kawasan Nusa Dua, dan secara resmi akan dibuka pada 9 Agustus oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sebuah acara di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK). Sebelumnya, ICAAP ke-8 dilaksanakan di Colombo, Sri Lanka.

Tema ICAAP ke-9 adalah “Memberdayakan Manusia, Memperkuat Jejaring” (Empowering People, Strengthening Networks), yang dapat mendukung terciptanya komunitas dinamis dengan manusia-manusia berdaya di seluruh kawasan Asia dan Pasifik sehingga mampu melakukan penangulanggan holistik dan lebih efektif dalam menanggapi pandemi lintas batas di negara-negara kawasan ini.

Menurut Independent Commision on AIDS in Asia (2008), AIDS tetap merupakan penyebab kematian dan kehilangan pekerjaan bagi mereka yang rentang usianya antara 15 sampai 44 tahun. Jumlah orang dengan HIV (ODHIV) di Asia pada 2007 diperkirakan mencapai 5 juta orang, dengan jumlah kasus infeksi baru (380,000) yang hampir sebanding dengan jumlah orang yang meninggal akibat penyakit yang berkaitan dengan AIDS (380,000). Di kawasan Pasifik (Oceania) diperkirakan ada 740,000 ODHA pada 2007, dan 13,000 di antaranya adalah infeksi baru. []

Tags: , , , , ,

Leave Comment