Kontroversi Menteri Kesehatan “Di Namru, Peneliti RI Hanya Kolektor Sampel”

Oct 23rd, 2009 | By admin2 | Category: Artikel Utama

Naval Medical Research Unit 2 (Namru 2) atau laboratorium kesehatan milik Angkatan Laut Amerika Serikat kembali jadi buah bibir. Sebab, Namru dikaitkan dengan sosok Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih.
Menurut Presidium Medical Emergency Rescue Committe atau Mer-C, Jose Rizal Jurnalis, Namru memang harus hengkang dari Indonesia. “Namru sudah lama melakukan penelitian secara massal, tapi [hasilnya] tidak bisa kita miliki,” kata Jose saat jumpa pers di kantor Mer-C, Jalan Kramat Lontar, Jakarta, Jumat 23 Oktober 2009.

Soal transfer teknologi, Namru juga dianggap tak terlalu bermanfaat. “Peneliti kita memang berperan, tapi hanya pengumpul sampel, tidak memiliki akses,” tambah dia.

“Apalagi mental peneliti kita inferior jika berhadapan dengan peneliti asing,” kata dia.

Meski Namru tak ada lagi di Indonesia, kata Jose, penelitian asing tetap harus diwaspadai. “Karena kalau tidak diwaspadai akan bias dan merugikan banyak orang,” tambah dia.

Menurut Jose, ada hal penting yang harus ada dalam kerjasama penelitian kesehatan. Tak soal apakah kerjasamanya dengan laboratorium militer seperti Namru atau dengan laboratorium sipil.

“Kita harus minta peneliti kita diberi akses seluas-luasnya. Harus ada pengawasan ketat. Lebih baik lagi jika ada lembaga khusus yang mengawasi penelitian asing di Indonesia,” tambah dia.

Naval Medical Research Unit 2 (Namru 2) adalah unit kesehatan angkatan laut Amerika yang berada di Indonesia untuk mengadakan berbagai penelitian mengenai penyakit menular. Laboratorium Namru berada di kompleks Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan di Jalan Percetakan Negara, Jakarta.

Pada 16 Oktober 2009, pemerintah secara resmi menghentikan kerjasama dengan Naval Medical Research Unit 2 (Namru). Penghentian kerjasama ditandai dengan sebuah surat.

“Dengan hormat, pemerintah Republik Indonesia menyatakan pemberhentian kerjasama,” demikian isi surat mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah kepada Duta Besar Amerika Serikat, Cameron Hume.

Surat bernomor 919/Menkes/X/2009. Surat juga ditembuskan kepada menteri luar negeri, menteri pertahanan, menteri koordinator kesejahteraan, dan menteri sekretaris negara.

Sementara, ditanya sikapnya soal Namru, Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih menegaskan tak akan memperpanjang kerjasama dengan Namru.

“Kalau kerjasama dengan pihak internasional pastinya akan kita lakukan tapi bukan dengan Namru. Artinya bukan dengan militer, tapi Depkes dengan Depkes,” kata dia.

Sumber: http://nasional.vivanews.com

Tags: ,

Leave Comment