Kolostrum
Apr 16th, 2008 | By Admin | Category: Ibu dan AnakOleh: Susilowati, S.KM.
Dosen Kopertis Wilayah IV Dpk di Stikes A. Yani Cimahi
Air Susu Ibu (ASI) yang diproduksi pada 5 (lima) hari pertama setelah kelahiran disebut kolostrum. Jumlah kolostrum yang tersekresi bervariasi antara 10-100 ml (rata-rata 30 ml) dalam sehari berupa cairan kental berwarna jernih kekuningan.
Kolostrum kaya akan berbagai faktor proteksi seperti:
- Imunoglobulin
Semua macam imunoglobulin seperti Ig G, Ig M, Ig D dan Ig E. - Lisozim
Merupakan enzim dengan kadar 6-300 mg/ml dan bisa naik hingga 3000-5000 kali lebih banyak dibandingkan dengan kadar lisozim dalam susu sapi. Enzim ini memiliki fungsi bakteriostatik terhadap enterobakteria dan kuman gram negatif. Lisozim mungkin juga berperan sebagai pelindung terhadap berbagai macam virus. - Laktoperoksidase
Merupakan enzim yang bersama-sama hidrogen peroksidase dan ion tiosianat membantu membunuh streptokokus. - Faktor Bifidus
Merupakan karbohidrat yang mengandung nitrogen. Konsentrasinya 40 kali lebih besar dibandingkan dengan yang terdapat dalam susu sapi. Faktor ini mencegah pertumbuhan organisme yang tidak diinginkan seperti escherichia coli patogen. - Faktor Anti Stafilokokus
Merupakan asam lemak yang melindungi bayi dari stafilokokus. - Laktoferin dan Transferin
Merupakan protein yang dapat mengikat zat besi sehingga mengurangi tersedianya zat besi bagi pertumbuhan kuman yang memerlukannya. - Komponen Komplemen
Sistem komplemen terdiri atas 11 protein serum yang dapat dibedakan satu sama lain dan diaktifkan oleh berbagai zat seperti antibodi, produk kuman dan enzim. Kolostrum mengandung komponen C2 dalam konsentrasi tinggi yang dalam keadaan aktif berperan sebagai faktor pertahanan tubuh. - Sel
Kolostrum mengandung sel-sel makrofag dan netrofil yang bekerja fagositosis terutama pada stafilokokus, escheriachia coli dan candida albicans. - Lipase
Merupakan zat anti virus.
