Kenali Hepatitis, Hindari Sakit Hati
Jan 27th, 2009 | By admin2 | Category: Artikel UtamaOleh: Dumilah Ayuningtyas
Mendengar istilah penyakit hati, mungkin kita akan membayangkan berbagai sikap buruk yang mengidapi hati atau batin seseorang seperti iri, dengki, sombong atau hasud. Namun artikel di bawah ini akan membahas sakit hati secara medis, yaitu penyakit Hepatitis yang benar-benar menyerang salah satu organ penting tubuh manusia: Hati. Tak hanya mengingatkan untuk berhati-hati dan menjauhkan penyakit hati batin, ajaran Islam juga memerintahkan untuk menjaga kesehatan badan dengan mengenali dan menghindari Hepatitis, dan seringkali dikenal dengan Hepatitis.
Apakah Hepatitis?
Hepatis adalah salah satu jenis peradangan (pembengkakan) hati yang mungkin membawa pada kerusakan hati hingga tidak dapat berfungsi dengan baik. Situasi ini dapat berakibat fatal dengan terganggunya metabolisme tubuh, karena fungsi hati antara lain adalah membantu pengubahan bahan makanan menjadi energi serta memecahkan dan menguraikan hasil produksi tubuh.
Hepatitis A dan B
Penyakit Hepatitis terjadi oleh beberapa penyebab seperti kebiasaan mengkonsumsi alkohol, penggunaan obat-obatan tanpa pengawasan tenaga ahli, parasit atau virus. Namun sebagian besar disebabkan oleh virus. Terdapat dua macam virus yang seringkali menjadi penyebab penyakit ini yaitu virus (HAV) menyebabkan hepatitis A dan virus (HBV) menyebabkan hepatitis B.
1. Hepatitis A
Sifat-sifat:
- Sangat mudah menular
- Menurunkan daya tahan tubuh
- Hepatitis A tubuh umumnya pulih kembali dalam jangka waktu 3-4 minggu dan jarang berlanjut ke keadaan yang lebih serius dan sebagian orang menjadi kebal terhadap virus hepatitis A setelah pemulihan.
Tanda-tanda penyakit:
- Diawali dengan sakit perut, muntah, buang-buang air, mudah merasa lelah, sakit sendi, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, lesu, merasa loyo. Sesudah seminggu, air seni keruh dan berwarna seperti teh, diikuti dengan warna kulit yang menguning juga pada bagian putih mata
- Biasanya sakit terjadi selama 4 minggu tetapi dapat terjadi dengan kadar sampai 20% dan tanda-tanda penyakit dapat terus terjadi sampai 6 bulan.
Cara Penularan:
- Seringkali melalui makanan (salad, buah-buahan, makanan mentah lain) atau air yang tercampur dengan kotoran orang yang sakit
- Melalui makanan laut yang tercemar dengan kotoran, kepah, tiram, kerang dan kupang yang mentah atau separuh matang atau juga melalui hubungan inntim dengan orang yang terjangkiti
- Sering terjadi pada kawasan dengan tingkat kebersihan dan kebiasaan hidup sehat yang rendah.
2. Hepatitis B
Sifat-sifat:
Dapat menyebabkan hepatitis kronik (inflamasi hati), sirosis hati (pengerasan hati), gangguan fungsi hati dan kanker hati.
Tanda-tanda penyakit:
- Tanda- tanda awal menyerupai flu-demam, menggigil, keletihan, sakit kepala, sakit perut, muntah, hilang selera makan, sakit otot dan sendi
- Diikuti dengan penyakit kuning pada kulit dan pada bagian mata putih, selain itu air kencing akan menjadi kuning atau seperti teh dan kotoran berwarna pucat (Hepatitis A dan B menampakkan gejala yang hampir sama)
Cara Penularan:
- Virus ini menular melalui darah yang tercemar atau melalui cairan tubuh yang lain seperti air liur, air mani atau cairan vagina
- Dapat menular melalui penggunaan alat –alat pribadi yang tercemar (seperti piasu cukur, sikat gigi, dll) atau jarum suntik
- Ditularkan oleh penderita/pembawa virus (hubungan seksual, ibu penderita/pembawa virus kepada bayi dan anaknya, kontak dengan pembawa, serta terinfeksi melalui air ludah atau darah melalui luka di kulit dan di mulut).
Lindungilah Diri Anda
Tak ada penyakit yang Allah turunkan kecuali disertai pula dengan penawarnya, kecuali penyakit yang menjadi lantaran atau penyebab kematian, demikian nabi berpesan. Karena itu mencari tahu bagaimana menghindari penyakit Hepatitis serta apa yang harus dilakukan jika seseorang telah terkena?
a. Vaksinasi Hepatitis A dan B
Pencegahan penularan Hepatitis A maupun B dapat dilakukan sejak dini melalui vaksinasi. Gabungan vaksinasi hepatitis A dan B dapat diperoleh dalam satu suntikan. Vaksinasi diberikan pada mereka yang berusia 1 tahun ke atas yang belum mendapat imunisasi hepatitis A dan B. Vaksin diberikan dalam 3 tahap dosis dalam jangka waktu 6 bulan. Dosis pertama pada pemberian pertama kali, dosis kedua diberikan setelah satu bulan dan dosis ketiga diberikan pada bulan keenam dari dosis pertama. Selain itu, vaksin hepatitis A dan B dapat diperoleh secara terpisah. Jika seseorang hanya mendapatkan imunisasi hepatitis B saja, ia tidak terlindung dari resiko terkena virus hepatitis A, begitu pula sebaliknya.
b. Golongan Pembawa Virus Hepatitis
Seseorang yang menjadi ’pembawa’ Hepatitis akan memiliki resiko tinggi untuk berkembang menjadi kanker hati. Oleh karena itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
Do’s
- Medical check up setiap enam bulan sekali setiap tahunnya (untuk mengetahui kerja fungsi hati)
- Selalu mencuci tangan dengan sabun setelah melakukan kontak dengan darah atau cairan tubuh
- Yakinkan bahwa anggota rumah tangga dan orang terdekat anda melakukan pemeriksaan darah dan tidak terinfeksi serta telah melakukan imunisasi
- Beritahu dokter/dokter gigi anda jika anda adalah pembawa dan katakan obat apa saja yang anda konsumsi saat ini (jika ada). Hal itu untuk menghindari kemungkinan dokter memberikan obat yang bisa berbahaya untuk hati anda
- Temui dokter jika anda mengalami gejala: suatu waktu anda selalu merasa lelah, berat badan terus menurun, merasakan suatu perubahan dalam kebiasaan atau mengalami rasa sakit pada bagian atas kanan perut
- Jika pembawa adalah ibu hamil, lakukanlah pemeriksaan hepatitis B secara teratur selama hamil. Dokter anda akan merancang agar bayi yang anda kandung tidak terkena dengan memberikan hepatitis B immunoglobulin (HBIG) atau dapat memberikan vaksinasi pada saat 12 jam sebelum kelahiran.
Dont’s
- Hindari merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol
- Jangan mejadi donatur darah, organ atau sperma
- Jangan berbagi makanan yang telah anda makan dan jangan mengunyah makanan untuk bayi
Hepatitis Bisa Diobati
Untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi hepatitis atau tidak, perlu dilakukan pemeriksaan darah. Hepatitis A maupun hepatitis B dapat diobati dengan cara-cara berikut ini:
Hepatitis A
Penderita hepatitis A yang seringkali disebut penyakit kuning, membutuhkan banyak istirahat serta mendapatkan pengobatan dari gejala-gejala yang ada. Antara lain paracetamol sebagai penurun demam dan pusing, vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan nafsu makan serta obat-obatan yang mengurangi rasa mual dan muntah.
Hepatitis B
Penderita hepatitis B bisa mendapatkan pengobatan oral maupun injeksi:
- Pengobatan oral bisa dilakukan melalui pemberian obat Lamivudine dari kelompok nukleosida analog, yang dikenal dengan nama 3TC, Adefovir dipivoxil (Hepsera), dan Baraclude (Entecavir). Lamivudine bisa digunakan untuk anak-anak dan dewasa. Pemakaian obat tersebut cenderung meningkatkan enzyme hati (ALT), oleh karena itu penderita akan dimonitor secara berkesinambungan oleh dokter. Adefovir dipivoxil (Hepsera) cenderung lebih efektif namun pemberian dengan dosis yang tinggi akan berpengaruh buruk terhadap fungsi ginjal. Sedangkan Baraclude (Entecavir) diberikan pada penderita Hepatitis B kronik dengan efek samping berupa sakit kepala, pusing, letih, mual dan terjadi peningkatan enzyme hati. Tingkat keoptimalan dan kestabilan pemberian obat ini belum dikatakan stabil.
- Pengobatan dengan injeksi/suntikan berupa pemberian suntikan Microsphere yang mengandung partikel radioaktif pemancar sinar ß yang akan menghancurkan sel kanker hati tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. Injeksi Alfa Interferon (dengan nama cabang INTRON A, INFERGEN, ROFERON) diberikan secara subcutan dengan skala pemberian 3 kali dalam seminggu selama 12-16 minggu atau lebih. Efek samping pemberian obat ini adalah depresi, terutama pada penderita yang memilki riwayat depresi sebelumnya. Selain itu penderita akan merasa sakit pada otot-otot, cepat letih dan sedikit menimbulkan demam (dapat dihilangkan dengan pemberian paracetamol).
Cegah sebelum terlambat. Semoga kita terhindar dari segala penyakit hati. []
Catatan:
Artikel pernah dimuat di Majalah Alia

saya klo da masalah atau banyak pikiran sering sakit di dada terutama dihati…klo dah sakit di hati saya terasa seperti luka yang ditaruh garam…sakitnya gak tahan…terus langsung kenak dikepala dibagian kepala bagian belakang..kira2 saya tuh ada kenak penyakit lever atau hepatitis gak….
saya penderita hepatitis b yang sedang menjalani pengobatan dengan entecavir. berdsarkan pengalaman saya entecavir tidak menaikan kadar enzim hati.bahkan swetelah minggu ke-6 kadar sgot/sgpt saya yang seblumnya 3 kali lipat dari normal telah menjadi normal.
trus, gimana cara menanggulangi penyakit hepatitis…??
apa bisa disembuhkan…??
apa yang menjadi penyebab utama dari hepatitis?