Jangan Sudutkan Remaja Tersandung Narkoba dan HIV/AIDS

Oct 24th, 2009 | By admin2 | Category: Fitur

Tidak seharusnya remaja menjadi pihak disudutkan ketika tersandung kasus narkoba, pergaulan bebas, dan virus HIV/Aids.

“Jangan sudutkan mereka karena banyak faktor ikut mempengaruhi perilaku dari remaja diantaranya lingkungan, pengawasan dari orangtua dan guru, dan juga pengaruh dari media massa,” kata Harry Suherman RA, seorang konselor dari klinik Teratai Bandung, Kamis.

Dikatakan, usia remaja merupakan fase dari manusia yang sangat unik. Usia ini merupakan peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Remaja cenderung belum stabil dari segi psikologis.
Untuk itu remaja menjadi suka untuk coba-coba dalam beberapa hal, mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang beredar dan juga cenderung menyukai tantangan.

Begitulah kira-kira sekilas tentang remaja yang disampaikan seorang konselor dari klinik teratai, yang menjadi narasumber dalam acara bertajuk “Remaja Bijak Remaja Sehat” yang diselenggarakan di auditorium CCF Bandung pada Rabu sore dan masih bertepatan dengan kampanye penyadaran masyarakat tentang HIV/AIDS.

Penting bagi remaja untuk diberikan pendidikan yang berkaitan dengan seks namun, menurut Harry, beberapa orang sudah kadung salah kaprah mengenai pendidikan seks ini.

Beberapa orang banyak yang menganggap pendidikan seks pada remaja sama dengan mengajarkan hubungan seks pada remaja, padahal hal itu jauh berbeda sama sekali.

Menurut Harry, pendidikan seks ini adalah pendidikan dimana para remaja bisa lebih mengenal dirinya sebagai laki-laki atau perempuan.

“Dengan kata lain bukan mengajarkan tentang berhubungan seks, akan tetapi lebih kepada hal-hal tentang lelaki dan perempuan itu sendiri, seperti menyangkut kebersihan organ vital, tanya jawab masalah penyakit kelamin, dan lain sebagainya,” katanya.

Kesulitan terbesar dari pendidikan seks pada remaja ini cenderung datang dari kekurang tahuan orangtua dan guru-guru sekolah tentang definisi pendidikan seks itu sendiri.

Menurut Harry, beberapa siswa cenderung takut untuk menanyakan seputar masalah seks pada guru dan orangtua karena banyak yang menganggap kurang pantas.

Banyak yang menganggap tabu kalau bertanya seputar masalah seks, remaja menjadi cenderung mencari informasi sendiri yang belum jelas kebenarannya, hal ini sebetulnya yang menjadi berbahaya, tambah Harry.

Usia terbanyak penderita HIV/AIDS berkisar antara usia 20 sampai 29 tahun, sementara masa inkubasi virus HIV sendiri antara 0 sampai 5 tahun, maka para penderita ini mungkin saja sudah memiliki HIV positif dari usia 15 tahun yang notabene merupakan usia remaja.

Pendidikan seks harus dimulai sedini mungkin dan keluarga sebagai pihak yang paling dekat tentunya harus mulai mampu untuk menjelaskan dan bukannya malah mengabaikan. Pola pikir kita harus diubah dengan tidak menganggap pendidikan seks pada remaja sebagai hal yang tabu.[]

Sumber:  ANTARA, 15 Oktober 2009

Tags: , , , , ,

Leave Comment