Jaga Masa Sehatmu, Sebelum Masa Sakitmu!
Oct 31st, 2008 | By admin2 | Category: Fitur, Ibu dan AnakTargetnya, pada 2010 lebih dari separuh orang Indonesia sudah menjalani perilaku hidup bersih dan sehat lo. Seperti apa sih?
Visi “Indonesia Sehat” sengaja dicanangkan pemerintah agar kita menjadi bangsa yang sehat dan kuat, diakui di tengah pergaulan dengan bangsa-bangsa lain. Lantaran itu, pemerintah mencanangkan apa yang disebut Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Di antaranya tidak merokok, mengonsumsi sayur dan buah, serta beraktivitas fisik.
Namun kenyataannya, survei sosial ekonomi nasional (Susenas) tahun 2004 mencatat 35% penduduk usia 15 ke atas adalah perokok dan sebanyak 99% dari kategori usia itu kurang mengonsumsi sayur dan buah. Idealnya, porsi buah dan sayuran adalah 2-4 atau 3-5. Artinya, anggota rumah tangga umur 10 ke atas mengonsumsi 2 porsi buah dan 4 porsi sayur atau 3 porsi buah dan 5 porsi sayur. Tapi tampaknya porsi ideal ini belum terpenuhi. Hasil survei pun menguak bahwa 85% penduduk usia 15 ke atas kurang beraktivitas fisik.
Dari tiga perilaku ini saja menunjukkan bahwa indeks skala kesehatan masyarakat Indonesia sangat rendah. Secara keseluruhan, perilaku ini jelas berisiko mengundang datangnya berbagai penyakit. Tak heran bila kasus-kasus penyakit akibat perilaku tak sehat seperti penyakit jantung koroner, diebetes tipe II, hipertensi, dan obesitas masih banyak.
Belum lagi pada tingkat ekonomi sosial yang lebih rendah, perilaku tidak sehat ditambah dengan sanitasi lingkungan yang buruk. Seperti akses air bersih yang masih belum dinikmati semua lapisan dan jamban sehat yang juga belum dipunyai setiap rumah tangga.
Marlina Ginting dari Pusat Promosi Kesehatan Depkes, mengakui, tingkat keberagaman latar belakang sosial ekonomi dan tingkat pendidikan masyarakat Indonesia menjadi tantangan sendiri kampanye program PHBS ini bisa berhasil. “Makanya kami harus kerja keras melibatkan semua pihak, misalnya lewat kader PKK dan posyandu, kampanye publik, sekolah, instansi dan media massa. Pokoknya disosialisasikan teruslah. Sambil yang sudah bergaya hidup sehat diharapkan konsisten menjaga perilakunya sehingga bisa memberi contoh,” ujarnya.
Semoga imbauan “Jaga masa mudamu sebelum masa tuamu. Jaga masa sehatmu sebelum masa sakitmu” tak sekadar dijadikan slogan, namun juga dipraktikkan dengan sungguh-sungguh oleh seluruh masyarakat!
Dari Rumah Tangga
“Mulailah dari yang kecil dulu”, pemeo ini sering dianjurkan untuk menggambarkan hal-hal yang besar, akan berhasil kalau dimulai dari lingkungan yang kecil. Hal ini juga berlaku dalam target melakukan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) dalam Visi Indonesia Sehat 2010. Semuanya dimulai dari rumah tangga. Logikanya, kalau di rumah sudah dibekali cara-cara hidup sehat dan menerapkannya, pasti anggota keluarga, ketika keluar rumah tetap akan menjaga cara-cara hidup sehat tersebut. Selanjutnya, setiap individu yang sudah mempraktikkan ini akan menularkan kebiasaannya pada lingkungannya. Lama-kelamaan, perilaku pengaruhnya membesar sehingga hidup bersih dan sehat menjadi perilaku sehari-hari masyarakat. “PHBS ragamnya banyak. Tapi semuanya harus menjadi prioritas karena hanya dengan itulah kesehatan bisa tercapai. Target konkretnya, semua rumah tangga bisa menerapkan perilaku hidup bersih sehat,” kata Marlina yang optimis, di 2010 paling tidak 65% rumah tangga di Indonesia sudah menerapkan PHBS.
Berikut PHBS yang disarankan:
Perilaku Sehat
- Ibu sudah mempersiapkan anak yang sehat lewat kehamilan yang sehat. Yaitu dengan memerhatikan asupan gizi janin dan memilih persalinan sehat yang ditangani oleh tenaga kesehatan yang kompeten yaitu dokter, bidan dan paramedis lainnya.
- Ibu memberikan ASI eksklusif hingga usia bayinya 6 bulan. Jangan lupa ASI dapat memperkuat imunitas bayi terhadap gangguan kesehatan dari lingkungannya.
- Orangtua rajin membawa balitanya ke dokter atau puskemas untuk dilakukan pemantauan kesehatan.
- Berkomitmen menghindari rokok dan asap rokok serta jauh dari perilaku mengonsumsi minuman keras dan narkoba.
- Rutin melakukan aktivitas fisik. Setidaknya selama 30 menit dengan frekuensi 3-5 kali seminggu. Kebiasaan ini akan memperlancar peredaran darah dan meningkatkan kekebalan tubuh.
- Lakukan aktivitas fisik, seperti memilih naik tangga dibanding lift atau memarkir mobil agak jauh dari pintu masuk sehingga kita “dipaksa” berjalan. Doronglah anak-anak untuk melakukan hal yang sama. Untuk itu ajak ia melakukan permainan yang melibatkan fisik seperti sepak bola atau petak umpet.
- Anggota keluarga rajin mengonsumsi sayuran dan buah. Juga rajin minum air putih setidaknya delapan gelas per hari.
Perilaku Bersih
- Rajin mandi dua kali sehari dengan air bersih.
- Selalu menyikat gigi setelah makan dan sebelum tidur malam.
- Rajin cuci tangan dengan menggunakan sabun, terutama sebelum makan adalah ciri khas seluruh anggota keluarga rumah sehat. Pada anak-anak, anjurkan cuci tangan setelah bermain.
- Selalu bebas jentik nyamuk di sekitar rumahnya.
- Selalu membuang sampah pada tempatnya dan rumah sehat mempunyai tempat pembuangan sampah yang tertutup.
- Rumah memiliki akses terhadap air bersih dan menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari yang berasal dari air dalam kemasan, air ledeng, air pompa atau air sumur terlindung berjarak minimal 10 meter dari tempat penampungan kotoran atau limbah.
- Anggota keluarga sehat selalu buang air di jamban dan menggunakan jamban sehat. Minimal menggunakan jamban leher angsa dengan tangki septik sebagai pembuangan akhir. Jamban sehat ini juga secara berkala dibersihkan.
- Menggunakan alas kaki bila berada di luar rumah. []
Sumber: http://www.tabloid-nakita.com/artikel2.php3?edisi=09449&rubrik=topas

saya setuju sekali mengenai perilaku bersih dan sehat, hal ini senada dengan istilah yang saya kenal dengan GAYA HIDUP ORGANIK. gaya hidup yang harmoni dengan alam, khususnya pola makan ; haruslah pola makan organik.tks