Ingin Sehat, Konsumsi Buah-Sayur Setiap Hari
Dec 29th, 2008 | By admin2 | Category: Kesehatan IslamiMakanan sehari-hari yang kita makan harus selalu dijaga kualitas pangannya. Kualitas pangan yang baik dari sisi sains terdiri komposisi kimia, bermanfaat bagi kesehatan dan terhindar dari komponen racun. Untuk kualitas dari sisi agama, khususnya Agama Islam, harus memenuhi ketentuan-ketentuan yang disyariahkan (halal).
Makanan sehari-hari yang kita makan harus selalu dijaga kualitas pangannya. Kualitas pangan yang baik dari sisi sains terdiri komposisi kimia, bermanfaat bagi kesehatan dan terhindar dari komponen racun. Untuk kualitas dari sisi agama, khususnya Agama Islam, harus memenuhi ketentuan-ketentuan yang disyariahkan (halal).
Makanan halal menurut Islam seperti disebut oleh Indira Prabasari dalam kuliah umum Jurusan Agroteknologi UMY, salah satunya sayuran (vegetable). :Maka masyarakat Indonesia perlu bersyukur, karena makanan yang sehari-hari dimakan masih ada campuran sayurannya,” jelas Indira.
Makanan halal menurut Islam seperti disebut oleh Indira Prabasari dalam kuliah umum Jurusan Agroteknologi UMY, salah satunya sayuran (vegetable). :Maka masyarakat Indonesia perlu bersyukur, karena makanan yang sehari-hari dimakan masih ada campuran sayurannya,” jelas Indira.
Ini menurutnya sangat berbeda dengan masyarakat asing yang negaranya memiliki empat musim dalam satu tahunnya, mereka selalu mengkonsumsi daging agar tubuh terasa panas. Dengan selalu makan daging, akan tercipta berbagai penyakit, seperti obesitas, penyakit jantung, kanker dan lainnya.
Dalam kuliah umum bertemakan ‘food Quality: a Review From Scientific and ReligiousPerspective’, Indira menyesalkan masyarakat Indonesia yang hidup di negara agraris, belum mewajibikan mengkonsumsi buah dan sayuran untuk makan setiap harinya. “Sesuai anjuran gizi, sebaiknya mengkonsumsi buah lima porsi sehari,” ujarnya.
Menurutnya, health affecting not just what e eat, but how we eat. Di sini Indira Prabasari mengaitkan dengan makanan ringan. Sebab makanan ringan untuk konsumsi orang Indonesia mengalami pertumbuhan +5% selama 10 tahun belakangan ini.”Secara kimia makan dibagi menjadi empat macam, yaitu fitokimia, food additive, food safety,dan halal food,” kata Indira.
Indira menjelaskan, fitokimia adalah cabang ilmu yang mempelajari senyawa organic yang dibentuk dan ditimbun tumbuhan. Lebih sempitnya lagi, senyawa pada sayur dan buah yang tidak dibutuhkan untuk fungsi normal, tetapi menguntungkan bagi kesehatan. Dalam fitokimia, padngan dapat dikelompokkan berdasarkan warna pigmen. Pangan berwarna merah, berisi senyawa aktif utama berupa likopen dan kapsalsin, bermanfaat untuk anti kanker (prostat), antioksidan, baik untuk perokok pasif dan lansia, mengatasi diabetes. Ini terdapat pada semangka , tomat, jambu biji.”Pangan berwarna hijau terdiri senyawa aktif klorofil, yang bermanfaat sebagai penyedia oksigen, antibakteri, antiperadangan, pembentuk sel darah merah, terdapat pada bayam, apel hijau, kiwi dan daun selada,” tambahnya.
Dosen Fakultas Pertanian UMY ini mengatakan, makanan dalam persepektif agama terbagi menjadi tiga, yaitu halal dan thayib, kosher dan vegetarian. Mengutip Al Maidah ayat 3, Indira menyebutkan, makanan yang tidak boleh dimakan atau diharamkan adalah bangkai, darah, daging babi, daging hewan yang disembelih atas nama selain Allah SWT, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas. Kecuali yang sempat kamu menyembelihnya dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.
(Kedaulatan Rakyat, Minggu 30 November 2008)
