Ibu Hamil dan Menyusui Boleh Puasa
Aug 29th, 2008 | By admin2 | Category: Ibu dan AnakPada saat menjelang Ramadhan atau waktu bulan Ramadhan, sering kali pertanyaan yang diajukan oleh wanita hamil muslimah ke dokternya antara lain apakah dia diperbolehkan puasa? Apakah dengan berpuasa mempengaruhi gizi ibu maupun janin yang dikandungnya? Menurut Prof Dr HM Sulchan Sofoewan dari Instalasi Maternal-Perinatal FK UGM/RS Dr Sardjito, sesungguhnya tidak ada perbedaan antara ibu hamil/menyusui dengan yang tidak.
Ini merupakan hasil penelitian terhadap 22 ibu hamil, 10 ibu menyusui, dan 10 ibu tidak hamil dan tidak menyusui dan puasa semalam. Ketika diperiksa asam lemak bebas, trigliseride, betahydroxybutyrate, alanin, insulin, glukagon, ternyata pada ibu menyusui tidak berbeda dengan ibu tidak hamil dan tidak menyusui.
Pada ibu hamil, glukosa, insulin, laktat dan carnitin turun, sedangkan trigliseride dan hydroxybutyrate meningkat. Puasa juga tidak mempengaruhi berat badan lahir.
Dengan demikian ibu hamil yang mengerjakan puasa Ramadhan, dia dan janinnya tidak akan kekurangan gizi. Asalkan dia mengonsumsi makanan yang seimbang selama buka puasa, sahur, dan selama waktu di antara buka dan sahur, jelas Sulchan pada saat Seminar “Bugar dan Sehat Saat Berpuasa”, di RS Dr Sardjito, Yogyakarta. Makanan yang seimbang itu terdiri dari bermacam-macam makanan yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral yang cukup.
Puasa Ramadhan, kata Sulchan, pada hakekatnya hanya memindahkan makan pagi, siang dan malam menjadi buka, sahur dan waktu di antaranya. Badan manusia dapat mendeposit makanan dan dapat menggunakannya jika dia memerlukan makanan tersebut. Jika diet tidak memenuhi kebutuhan sehari, akan terjadi mekanisme keseimbangan secara alamiah.
Meskipun demikian, jika ibu hamil merasa lemah, pusing, atau timbul masalah kesehatan yang ada hubungannya dengan puasa seperti hipertensi, maka sebaiknya ibu tersebut memutuskan puasanya dan segera makan dan minum. Demikian juga jika hamil trimester pertama yang disertai mual/muntah/ hyperemisis gravidarum (muntah yang hebat pada kehamilan), perdarahan sebaiknya tidak berpuasa.
Sumber: http://www.republika.co.id/
