Hidangan Hari Raya: Yang Aman dan Tidak
Oct 5th, 2008 | By admin2 | Category: Ibu dan AnakCermat memilih makanan. Inilah yang mesti dipegang teguh ibu hamil saat Hari Raya Idul Fitri. Salah memilih bisa berbahaya buat ibu dan janin.
Bagi keluarga muslim, Hari Raya Idul Fitri identik dengan makanan yang berlimpah. Ada opor ayam atau semur daging lengkap dengan ketupat, sayur godok dengan santan kental, sambal goreng, rendang, dan sebagainya. Belum lagi aneka makanan kecil, cake, kue-kue kering, dan berbagai minuman manis lainnya.
Beragam sajian tersebut tentu membuat siapa pun ‘tergoda’ untuk menyantapnya. Tak terkecuali ibu hamil. Apalagi ada anggapan bahwa ibu hamil harus makan untuk ‘dua orang’. Padahal, tak semua makanan tersebut cocok untuknya. Juga, tak benar mereka harus makan untuk dua orang, melainkan harus menyediakan nutrisi yang baik untuk diri dan janinnya.
Itulah mengapa ibu hamil diharapkan bisa menahan diri untuk tidak ‘hanyut’ dengan sajian Lebaran yang memang tampil menggoda. Penting bagi mereka untuk mencermati betul kualitas pola makan, kecukupan gizi, serta menghindari makanan/minuman yang dapat membahayakan ibu dan janin.
Pastikan Bergizi Seimbang
Benar, hidangan Lebaran memang untuk dinikmati. Namun, merawat kondisi tubuh pun tak kalah pentingnya. Apalagi bila Anda dalam kondisi hamil. Karena itu, pastikanlah pola makan tetap proporsional dan bergizi seimbang.
Komposisi gizi seimbang dalam kuantitas dan kualitas harus mengandung karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan lemak untuk mendapatkan energi yang cukup. Nah, sekitar 10% kalori harus didapat dari protein (daging, ikan, telur, susu olahan dan kedelai, 35% kalori harus datang dari lemak (mentega, minyak, margarine, susu olahan dan kacang) dan 55% kalori harus dari karbohidrat (roti, nasi, jagung dan produk gandum lainnya).
Konsumsi salah satu unsur gizi secara berlebihan tak baik buat ibu hamil. Dr. Chairulsjah Sjahruddin, M.D, OB-GY, MHA, mengatakan, konsumsi karbohidrat yang berlebihan, misalnya, akan menyebabkan gestational diabetes — penurunan toleransi glukosal. Gangguan ini akan menyebabkan bayi besar atau bayi dalam kandungan akan terbiasa dengan kadar glukosa tinggi. “Bayi seperti ini pada waktu lahir akan sulit mengadaptasi keadaan tersebut sehingga mengalami hypoglycemia,” ujar dokter Rumah Sakit Cengkareng ini. Hipoglikemia adalah suatu kondisi di mana kandungan glukosa darah menurun abnormal, yang bisa menimbulkan gemetar, keringat dingin, hipotermia dan lainnya.
Demikian pula dengan konsumsi lemak. Terlalu banyak lemak yang masuk ke saluran pencernaan akan mempertinggi kadar kolesterol, trigliserida, serta mempersempit pembuluh darah. Akibatnya, aliran darah kurang lancar dan penyakit jantung pun menghampiri.
Intinya, bila tak terkontrol, sajian Lebaran yang begitu nikmat bisa menjadi masalah buat ibu hamil dan juga janin.
Cermat Memilih
Selain bergizi seimbang, ibu hamil juga harus cermat memilih sajian Lebaran. Hindari makanan berkalori tinggi dan banyak mengandung gula serta lemak karena akan mengakibatkan mual dan muntah. Penting untuk menghindari minuman berkafein seperti kopi, cokelat, dan soft drink (minuman ringan) pemicu hipertensi. Bahkan konsumsi kopi yang berlebihan (lebih dari 300 mg/hari) dapat mengakibatkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Terlalu banyak mengkonsumsi santan juga bisa menyebabkan diare dan rasa mual.
Sirup dan penganan gurih juga sebaiknya dikurangi. Keduanya mengandung karbohidrat dan kalori tinggi, hingga bisa memicu pertambahan berat badan yang berlebihan.
Jangan lupa, hindari bahan makanan olahan pabrik yang diberi pengawet dan pewarna. Makanan ini dapat membahayakan kesehatan dan pertumbuhan janin, yang sering dihubungkan dengan cacat bawaaan dan kelainan bayi saat lahir. Waspadai tulisan pada kemasan seperti amaranth, potassium nitrit, sodium nitrit, sodium nitrat, formalin, boraks, sianida, rodhamin B, dsb.
Bila semua itu sudah Anda lakukan, Hari Raya tentu bisa Anda nikmati dengan aman dan nyaman. Selamat Berlebaran!
Menu Lebaran Spesial
Selain menu tradisional, tak ada salahnya jika ada juga menu ‘Lebaran spesial’. Misalnya, sajian gado-gado lengkap, sayuran segar sebagai lalapan, serta buah-buahan segar sebagai pengganti cake dan aneka kue. Sari buah baik pula untuk mengganti berbagai minuman manis.
Buah-buahan seperti semangka, apel, jeruk, atau belimbing dipercaya bisa memberi efek mengenyangkan untuk sementara karena bersifat makan tempat pada lambung. Selain mengkonsumsi buah tersebut – kaya serat, vitamin, mineral dan rendah kalori – jangan lupa untuk minum air putih. Dengan demikian, semangat untuk makan hidangan berlemak tinggi pun jadi berkurang.
Sumber:
http://www.parentsguide.co.id/dsp_content.php?kat=1&pg=hns&emonth=12&eyear=2005
