Gizi Yang Baik Untuk Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA)
Nov 25th, 2008 | By admin2 | Category: Gizi dan KesehatanKetika dinyatakan terinfeksi virus HIV, kebanyakan orang akan cemas akan kelangsungan hidupnya. Memang tidak mudah menerima kenyataan bahwa ada virus HIV di dalam tubuhnya. Kebanyakan ODHA menunjukkan berat badannya menurun sebelum meninggal. Menurunnya berat badan, tidak dapat dihindarkan sebagai konsekuensi dari infeksi HIV.
Agar berat badannya tidak menurun secara drastis dan masih dapat beraktifitas seperti sedia kala asupan gizi harus diperhatikan dengan baik. Jika seorang ODHA mempunyai status gizi yang baik maka daya tahan tubuh akan lebih baik sehingga memperlambat memasuki tahap gawat AIDS.
Penanganan gizi pada ODHA harus lebih diperhatikan. Apalagi bila mereka sudah meminum obat-obat antiretroviral (ARV). Makanan yang dikomsumsikan bisa berpangaruh pada penyerapan obat ARV dan obat Infeksi Oportunistik (IO). Penggunaan obat ARV dan IO bisa juga menyebabkan gangguan gizi. Agar tidak terjadi terganggunya gizi bagi ODHA, pengaturan asupan gizi yang baik dan seimbang harus selalu diperhatikan. Umumnya ODHA mengkonsumsi zat gizi di bawah optimal. Biasanya mereka hanya mengkonsumsi 70% kalori dan 65% dari total yang diperlukan tubuh. Konsumsi zat gizi yang demikian tidak memenuhi kecukupan kalori yang meningkat karena peningkatan proses metabolisme sehubungan dengan infeksi akut.
Asupan Gizi harus diperhatikan
Kebutuhan kalori ODHA berkisar sekitar 2000-3000 Kkcal/hari dan protein 1,5-2 gram/kgBB/hari. Untuk mencukupi kebutuhan kalori dan protein sehari diberikan dengan memberikan makanan lengkap 3 kali ditambah makanan selingan 3 kali sehari.Kebutuhan kalori yang berasal dari lemak dianjurkan sebesar 10-15% dari total kalori sehari, khusus pada Odha dianjurkan mengkonsumsi lemak yang berasal dari MCT agar penyerapan lebih baik dan mencegah diare.
Kebutuhan zat gizi makro tersebut di atas harus dipenuhi untuk mencegah penurunan berat badan yang drastis. Pemantauan status gizi dan makanan bagi penderita ODHA sendiri juga mutlak diperlukan untuk mengetahui efek dari infeksi HIV dan kesehatan ODHA.
Yang penting harus diperhatikan, agar ODHA mengurangi kontaminasi dari bahan makanan dan minuman yang berisiko keracunan atau tertular infeksi, seperti tidak makan makanan kaleng kadaluarsa, hindari daging, ikan dan telur mentah, daging ayam termasuk unggas setengah matang. Hindari konsumsi sayur mentah/lalapan, sedapat mungkin hindari jajan.
Bagi ibu hamil dengan HIV, dianjurkan untuk tidak menyusui (diberi PASI), jika tidak memungkinkan diberi PASI, dapat diperas dan dihangatkan dulu hingga +/-66 derajat celcius.[]
Sumber (dengan editing seperlunya):
http://www.rileks.com/lifestyle/index.php?act=detail&artid=1082007040151
