Rapat Lintas Sektor I Gelar Karya Remaja dalam Promosi Kesehatan Jawa Barat 2008
Jul 19th, 2008 | By admin2 | Category: BeritaDalam rangka meningkatkan kualitas kemampuan hidup sehat remaja, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menggulirkan program peningkatan peran dan partisipasi remaja dalam promosi kesehatan. Sebagai langkah awal, akan dilaksanakan kegiatan “Jumpa Bakti Gembira Remaja: Gelar Karya Remaja untuk Mempersiapkan Masa Depan yang Lebih Baik” yang puncak acaranya dijadwalkan berlangsung menjelang/pada Hari Kesehatan Nasional 12 November yang akan datang.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, akan dilaksanakan berbagai lomba (karya tulis, poster, cipta lagu, lomba menyanyi, lomba lukis, dan pembuatan film) media promosi kesehatan untuk menggali kreativitas remaja dalam upaya meningkatkan kemampuan hidup sehat. Selain itu, akan dilaksanakan pula Pekan Promosi Kesehatan melalui berbagai media di Jawa Barat. Puncak kegiatan akan ditandai dengan acara Gelar Karya Remaja dalam Meningkatkan Hidup Sehat.
Setelah terlebih dahulu mengadakan rapat persiapan lintas program di lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat pada tanggal 4 Juli yang lalu, maka tahapan berikutnya adalah mengadakan rapat lintas sektor/mitra yang pertama pada hari Jumat (18/07) di Ruang Rapat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Jl. Pasteur No. 25 Bandung. Hadir mengikuti rapat tersebut sejumlah SKPD terkait di lingkungan pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung, Kantor Departemen Agama, perwakilan PT. Biofarma, RRI, PRSSNI, 93,3 Walagri FM, sejumlah perwakilan media massa cetak dan elektronik lainnya, juga unsur LSM Kesehatan Yayasan Eureka Indonesia.
Rapat dibuka oleh Dr. Diah Poerwanti, M.Kes., Kepala Sub Dinas Sumberdaya Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Selanjutnya rapat dipimpin oleh Dra. Tuti Surtimanah, M.Kes., Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinas Provinsi Jawa Barat. Rapat berlangsung lebih ke arah brainstorming konsep kegiatan dan sharing pengalaman lintas sektor dari peserta yang hadir. Beberapa usulan mengemuka diantaranya tentang coverage peserta yang diharapkan tidak hanya diikuti oleh warga Kota Bandung, tetapi jika memungkinkan meluas ke Kota Cimahi dan Bandung Raya. Diskusi yang cukup hangat terjadi ketika membahas tentang rencana kegiatan lomba cipta lagu dan lomba menyanyi dengan segmen peserta pengamen/anak jalanan. “Untuk kemudahan pengkondisian memang lebih baik mengambil segmen peserta dari komunitas anak jalanan yang telah dibina oleh Dinas Sosial. Namun untuk pertimbangan lain seharusnya promosi kesehatan juga mampu menembus komunitas anak jalanan yang belum terbina dan jumlahnya jauh lebih banyak,” ungkap salah seorang peserta rapat.
“Banyak sekali saran dan masukan yang kami terima. Memang banyak hal yang belum kami pahami tentang teknis di lapangan. Semua itu akan kami jadikan bahan pertimbangan dalam mematangkan konsep kegiatan,” respon Dra. Tuti Surtimanah, M.Kes. Sesuai dengan aturan normatif yang berlaku, karena alokasi dana untuk kegiatan tersebut sebesar delapan puluh lima juta rupiah, maka akan dilakukan pemilihan even organizer sebagai pelaksana kegiatan.
Remaja: Masa Rawan dan Kritis
Remaja sebagai calon orang tua di masa depan merupakan segmen sasaran yang perlu mendapat perhatian dan pembinaan yang serius karena kerentanannya di bidang kesehatan dan sosial, termasuk karena kecenderungan berperilaku berisiko.
Menurut WHO, remaja adalah kelompok sasaran 10-19 tahun, merupakan masa peralihan dari kanak-kanak sampai menjelang dewasa. Masa ini merupakan masa rawan dan kritis dalam perkembangan emosi dan perilaku.
Remaja di Jawa Barat mencapai kurang lebih 22% dari jumlah penduduk. Hal ini merupakan potensi yang sangat besar untuk berperan dalam peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Bila pengetahuan, bakat, dan karyanya disalurkan pada kegiatan yang positif, diharapkan dapat berdampak besar terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat Jawa Barat.
Potensi positif yang dimiliki remaja di Jawa Barat dapat diidentifikasi dalam bentuk banyaknya organisasi remaja antara lain OSIS, karang taruna, remaja masjid, remaja gereja, peer konselor remaja, 555 Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR), dan 50 KKR di 50 SMP dan SMA/sederajat.
Mengingat besarnya masalah kesehatan yang dihadapi oleh remaja dan potensi remaja yang ada, perlu ada upaya terobosan terutama dengan meningkatkan partisipasi dan peran remaja dalam mempromosikan kemampuan untuk hidup sehat melalui suatu ajang yang menggali kreativitas dan kompetitif.
