Display dan Dialog Interaktif Kota/Kabupaten Siaga Jawa Barat 2008

Nov 7th, 2008 | By admin2 | Category: Artikel Utama, Berita

Kompetisi penyelenggaraan Program Siaga di Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2008 memasuki tahap penilaian Display dan Dialog Interaktif di Hotel Puri Khatulistiwa Sumedang, Kamis (06/11). Turut berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah nominator Siaga Award Jawa Barat 2008 untuk kategori Kota Siaga yang terdiri dari Kota Banjar, Kota Cimahi, Kota Cirebon, dan Kota Depok. Sementara itu untuk kategori Kabupaten Siaga terdiri dari Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Subang.

Satu nominator dari kategori kabupaten yang tidak hadir dalam acara ini adalah Bogor. Menurut informasi yang diperoleh dari panitia pelaksana, Kabupaten Bogor berhalangan hadir karena banyak kegiatan di daerahnya sehingga tidak ada SDM yang dapat diberangkatkan untuk menghadiri acara.

Untuk menghasilkan penilaian yang lebih objektif, panitia mengundang perwakilan SKPD terkait, kader PKK, fasilitator Siaga dari unsur masyarakat, unsur LSM kesehatan, dan juga pers dari masing-masing kota dan kabupaten yang ada di Jawa Barat untuk turut memberikan penilaian.

Acara diawali dengan penilaian Display Siaga. Masing-masing nominator berusaha untuk menampilkan profil Program Siaga sebaik mungkin. Ada yang berusaha menunjukkan informasi dan data dalam pencapaian 8 indikator Siaga, ada yang berusaha meyakinkan para penilai dengan menampilkan dokumentasi audio visual setiap aktivitas Siaga, dan ada pula yang menonjolkan aspek keindahan stand display Siaga dengan berbagai aksesoris yang unik dan menarik.

Setelah itu, diselenggarakan dialog interaktif antara peserta dengan perwakilan dari masing-masing kota/kabupaten yang menjadi nominator untuk menggali lebih dalam mengenai program Siaga yang telah dijalankan di masing-masing daerah.

Persaingan Sengit Kategori Kota

Acar dialog interaktif diawali dengan sesi bagi nominator kategori kabupaten. Dialog yang dipandu oleh Dr. Diah Poerwanti, M.Kes., Kepala Sub Dinas Sumberdaya Kesehatan Provinsi Jawa Barat, berlangsung sangat normatif. Masing-masing penyaji memaparkan keunggulan Siaga di daerahnya beserta capaian yang sebagian besar dipresentasikan dalam bentuk angka. tidak heran jika dialog yang terjadi pada umumnya hanya mempersoalkan angka, mengapa kecil dan mengapa besar.

Sesi kedua bagi nominator kategori kota terasa agak berbeda. atmosfir persaingan sangat terasa. Hadirnya penyaji Saiful Badar yang sudah dikenal sebagai guru bagi para fasilitator Siaga mewakili Kota Cirebon dilayani oleh Kota Banjar dengan menghadirkan Herman Sutrisno yang saat ini masih berstatus sebagai tokoh masyarakat karena belum dilantik sebagai walikota untuk kedua kalinya setelah berhasil memecahkan rekor MURI dengan kemenangan mutlak 92% suara dalam pilkada baru-baru ini.

Dialog pun nyaris berjalan normatif seperti sesi sebelumnya. Namun di pernghujung acara, Ketua Yayasan Eureka Indonesia yang hadir sebagai salah satu penilai berhasil memecah kejenuhan dengan pertanyaan yang agak provokatif. Pertanyaan bukan mengenai angka-angka dan tidak ditujukan kepada para panelis dari masing-masing kota, melainkan kepada tim supporting system-nya.

Ketua YEI bertanya mengapa harus Saiful Badar yang maju sebagai panelis Kota Cirebon. Lalu mengapa Kota Depok sebagai juara I Kota Siaga tahun lalu terkesan agak stagnan di tahun 2008 ini, sementara Kota Cimahi berhasil membuat kejutan sebagai rising star Kota Siaga tahun ini. Kira-kira apa yang akan terjadi dengan program Siaga Kota Banjar jika Herman Sutrisno tidak terpilih lagi sebagai walikota. Terakhir, mengapa kota Cimahi mengutus panelis yang berseragam coklat, bukannya unsur masyarakat.

Pertanyaan yang cukup mengejutkan ini ternyata berhasil dijawab dengan mengejutkan pula. Salah seorang kader PKK Kota Cirebon mengatakan bahwa sebetulnya mereka memiliki pilihan panelis yang lebih hebat dari Saiful Badar, yaitu Ibu Dedah, kader PKK yang berprestasi hingga tingkat nasional. Hanya saja pada kesempatan tersebut beliau tidak sanggup untuk maju sebagai panelis karena kelelahan dengan setumpuk kegiatan yang baru saja dijalaninya.

Kader PKK Kota Depok tidak setuju jika program Siaga di kotanya mengalami stagnansi tahun ini. Ia mengatakan bahwa banyak yang telah dicapai oleh Kota Depok selama tahun 2008 ini dan tidak belum ada di daerah lain, salah satunya pembentukan Pasar Siaga.

Sementara itu, kader PKK Kota Banjar berhasil meyakinkan peserta bahwa meskipun Herman Sutrisno tidak terpilih lagi sebagai walikota, sistem Siaga di Kota Banjar sudah sangat kuat untuk tetap berjalan dan mengahapuskan anggapan bahwa program Siaga di kotanya semata-mata karena kekuatan dukungan kepala daerah dan keberpihakan anggaran.

terakhir, Dinas Kesehatan Kota Cimahi mengungkap misi di balik dipilihnya unsur BAPPEDA sebagai panelis. “Kami sudah berusaha keras menggulirkan program Siaga, dan kami berharap hal ini dapat dipahami oleh BAPPEDA sehingga lebih memberikan perhatian pada bidang kesehatan dalam kebijakan anggaran di tahun-tahun berikutnya,” jelas Drg. Pratiwi, M.Kes., Kabid Yankesmas Dinas Kesehatan Kota Cimahi. []

Tags: , , , ,

Leave Comment