Bye…Bye…Bad Breath!

Sep 8th, 2008 | By | Category: Higiene dan Sanitasi

“Cantik-cantik kok napasnya bau…” begitu bisik-bisik sejumlah teman mengomentari Sari (24 tahun), seorang karyawan baru yang sangat cantik namun punya masalah dengan bau napas alias halitosis.

Sari bukannya tidak tahu masalah yang menimpanya. Sejumlah upaya juga sudah dilakukanya, mulai dari menyikat gigi 2 kali sehari, berkumur dengan cairan pencuci mulut yang mengandung antiseptik hingga pemakaian dental flossing. Tapi tetap hasilnya nggak seperti yang diharapkan. Repotnya lagi, dia harus bolak-balik ke kamar mandi sekadar buat berkumur dengan obat kumur yang rajin dibelinya di supermarket.

Napas berbau tak sedap memang bisa jadi masalah yang mengganggu. Apa saja sih penyebabnya? Coba kita telaah satu-persatu:

1. Makanan

Pemecahan partikel makanan di sekitar gigi dapat menimbulkan bau yang kurang sedap. Makan makanan yang mengandung minyak volatil (gampang menguap) juga merupakan sumber napas bau. Bawang merah dan bawang putih merupakan kasus nyata penyebab napas bau, namun sayuran lain dan juga spices juga bisa jadi biangnya. Setelah makanan jenis ini dicerna dan minyak yang terkandung padanya juga masuk ke dalam aliran darah yang dibawa ke paru-paru, maka bau yang tidak sedap juga ikut keluar saat Anda bernapas. Alkohol juga jadi penyebab napas bau, makanya untuk menguji kadar alkohol yang dikonsumsi bisa dilakukan lewat napas yang Anda keluarkan lewat mulut.

2. Masalah gigi

Penyakit periodontal dan juga higiene gigi yang kurang baik dapat menjadi sumber napas bau. Jika Anda tak menggosok dan melakukan flossing gigi setiap hari, partikel makanan tetap berada di gigi, sebagai sumber bau karena di situ ada andil bakteri. Bakteri ini membentuk lapisan film di gigi (plak). Jika tak disikat, plak dapat mengiritasi gusi dan mengakibatkan tooth decay.

3. Mulut kering

Saliva membantu membersihkan dan melembabkan mulut Anda. Mulut yang kering memungkinkan sel-sel yang mati berakumulasi di lidah, gusi dan pipi. Sel-sel ini melakukan dekomposisi alias penghancuran yang menyebabkan aroma tak sedap. Mulut kering umumnya terjadi selama kita tidur atau puasa. Kasus mulut kering akan bertambah ‘parah’ jika Anda tidur dengan posisi terbuka. Ih! Sejumlah pengobatan dan merokok juga bisa menjadi penyebab mulut kering kronis, juga masalah pada kelenjar saliva. (*/hwc)

Sumber:

http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Kesehatan&id=165131

Tags: , , , , , ,

Leave Comment