Apa Urgensinya Vaksin HPV?

Mar 9th, 2009 | By | Category: Artikel Utama

Kanker leher rahim atau kanker serviks adalah penyakit yang mengancam setiap wanita. Penyakit ini menempati ranking nomor 2 sebagai kanker yang paling banyak mengakibatkan kematian bagi wanita, begitu menurut WHO. Karena lebih dari 90% kasusnya terdapat di negara berkembang, maka kita yang tinggal di Indonesia mesti lebih berhati-hati. Apalagi di negara kita, kanker ini adalah jenis kanker terbanyak yang diidap oleh wanita.

Ditemukannya vaksin baru untuk melawan virus papiloma atau human papilomavirus (HPV) atau virus penyebab kanker leher rahim memberikan angin segar bagi wanita. Vaksin HPV itu telah diteliti terbukti efektif mencegah sekitar 70-90% kemungkinan kanker serviks. Karena dianggap potensial unguk memerangi kanker leher rahim, vaksin HPV diharapkan dapat mengurangi jumlah pengidap kanker tersebut, dan bisa menyelamatkan ratusan ribu nyawa wanita.

Bukan hanya wanita saja, ternyata lelaki juga potensial terinfeksi virus ini. Pada laki-laki, infeksi HPV berisiko untuk terjadinya kutil pada alat kelamin, mungkin juga kanker penis dan anus.

Jika diabaikan kanker leher rahim yang invasif hampir selalu berkibat fatal. Dalam hal ini proses pemeriksaan (screening) yang baik dan program pengobatan dini terbukti efektif dalam mencegah kanker leher rahim. Di negara maju, kanker leher rahim sudah bisa ditekan angkanya, akibat metode pap smear. Jika sudah diketahui sejak dini, kanker umumnya bisa diobati dengan mudah dan tuntas.
Bagaimana cara mendapat vaksinasi HPV?

Vaksin HPV akan sangat efektif jika diberikan pada perempuan usia 12-14 tahun melalui suntikan sebanyak tiga kali berturut-turut tiap dua bulan sekali dan dilakukan pengulangan satu kali lagi pada sepuluh tahun kemudian. Mengapa pada usia ABG? Hal ini dikarenakan pada usia itu perempuan belum aktif secara seksual, sementara HPV masuk ke tubuh salah satunya karena aktivitas seksual. Vaksinasi HPV akan membentuk sistem kekebalan tubuh dan pertahanan terhadap masuknya virus HPV ke dalam leher rahim. Dengan demikian, virus HPV tidak akan bisa masuk apalagi tumbuh dan membesar di dalam tubuh.

Vaksin HPV memperoleh hak patennya pada tahun 2006. Karena teknologi pembuatannya canggih dan berbiaya tinggi, akibatnya harga vaksin ini jadi mahal. Di Amerika Serikat, satu kali suntikan biayanya sekitar US$ 100. Kalau dikonversikan menjadi rupiah, jadi sekitar satu juta rupiah.

Vaksin ini masih bermanfaat meski perempuan sudah aktif secara seksual. Karena itu, perempuan sampai umur 26 tahun masih dianjurkan mengikuti imunisasi HPV. Patut diingat, vaksin yang ada sekarang adalah vaksin untuk pencegahan kanker serviks, bukan vaksin untuk terapi kanker serviks. Setelah divaksin HPV pun, pap smear secara berkala juga harus dilakukan.
Berjaga-jaga lebih baik daripada mengobati. Untuk memperkecil kemungkinan kanker leher rahim, ada baiknya Anda teratur melakukan pap smear. Hindari berganti-ganti pasangan seksual karena akan meningkatkan potensi infeksi virus HPV. Untuk lebih maksimalnya, kunjungi dokter Anda untuk mendapatkan vaksin HPV ini. (Niq)

Sumber: hanyawanita.com

Tags: , , ,

One comment
Leave a comment »

  1. i am now more careful about having unprotected sex because my bestfriend got infected with HPV last year. it was a horrible and painful experience for her.

Leave Comment