298 Ribu Warga Indonesia Hidup dengan HIV-AIDS
Nov 30th, 2009 | By admin2 | Category: BeritaJAKARTA (Pos Kota) – Sekitar 298 ribu orang Indonesia mayoritas kaum muda hidup dengan HIV dan AIDS (ODHA). Dari jumlah ini berarti ada 8 orang kena AIDS per 100.000 penduduk.
”Ini merupakan ancaman yang serius,” tandas Menko Kesra Agung Laksono saat membuka Pekan Kondom Nasional (PKN) 2009 di Ruang Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Senin (30/11) pagi. Kegiatan itu juga digelar bersamaan dengan Seminar Nasional AIDS dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia 2009.
Agung yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional itu menambahkan, saat ini di Indonesia hampir tidak ada provinsi yang dinyatakan bebas HIV dan AIDS.
Dia menyebutkan, lima provinsi dengan jumlah penderita AIDS tertinggi yakni Papua 17,9 kali angka nasional, Bali (5,3), DKI Jakarta (3,8), Kepulauan Riau (3,4), dan Kalimantan Barat (2,2). Bahkan, HIV dan AIDS diprediksi telah ditemukan di lebih dari separuh jumlah kabupaten dan kota di Indonesia.
Agung menjelaskan, jika dilihat dari cara penularannya, sebagian besar terjadi melalui perilaku heteroseksual, yakni 49,7%. Selain itu, melalui penggunaan narkoba suntik (40,7%), dan pria berhubungan seks dengan pria (3,4%).
Sedangkan dari segi usia, lanjut Agung, penderita terbanyak AIDS adalah kelompok usia 20-29 tahun yang mencapai 49,57% kasus. Setelah itu, diduduki oleh kelompok usia 30-39 tahun sebanyak 29,84% kasus, dan kelompok usia 40-49 tahun, 8,71% kasus.
”Semua elemen masyarakat harus melakukan tindakan nyata untuk mencegah HIV dan AIDS,” tegas mantan Ketua DPR RI periode 2004-2009 tersebut.
Agung mengakui, kendala dalam penanggulangan HIV dan AIDS yakni belum memadainya cakupan dan efektivitas program untuk mencapai target universal. Kendala lain, sistem pelayanan kesehatan yang belum merata di seluruh daerah.
Menurut Menko Kesra, epidemi HIV telah berkembang sangat pesat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Kasus ini telah mengakibatkan kematian 25 juta orang dan saat ini telah terdapat lebih dari 33 juta orang yang hidup dengan HIV.
Sementara itu, berdasarkan data Departemen Kesehatan, hingga September 2009, total kasus AIDS yang dilaporkan mencapai 18.442 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.654 pria, 4701 perempuan, dan 87 lainnya tidak diketahui.
WANITA HIV AIDS MENINGKAT
Pada kesempatan sama, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Nafsiah Mboi mengatakan, jumlah wanita Indonesia terinfeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) meningkat tajam.
“Bukan karena mereka pelacur, tapi karena menikah dengan laki-laki yang kena HIV. Masyarakat harus tahu bahwa angka AIDS saat ini sudah sangat tinggi. Pendidikan agama, seks dan penggunaan kondom harus diprioritaskan,” tandas Nafsiah Mboi dalam acara seminar ‘Kondom Cara Bertanggung Jawab, Murah dan Mudah Cegah IMS dan HIV.’
Berdasarkan data Depkes 2009, sebanyak 8,2 juta lelaki membeli seks dan 6,1 juta perempuam menikah dengan lelaki yang terinveksi HIV.
“Jadi bisa dibayangkan betapa besar kemungkinan virus HIV penyebab AIDS menyebar. Yang paling kasihan adalah perempuan-perempuan yang positif HIV, tapi notabene bukan pelacur atau PSK. Jadi epidemi ini harus dimengerti secara mendalam, jangan hanya memberikan stigma buruk untuk penderita HIV/AIDS,” jelas Mboi.
Mboi menjelaskan bahwa faktor pencegahan HIV dan AIDS yang utama adalah dengan pendidikan agama. “Itu sebabnya Menteri Agama juga jadi bagian dari anggota penanggulangan AIDS,” ujar Mboi.
Kedua adalah pendidikan dan pemberdayaan remaja untuk say no to drugs dan free sex. Ketiga adalah penjangkauan di tempat kerja dengan fokus lelaki dan yang terakhir adalah perlindungan perempuan dan remaja putri, serta penggunaan kondom.
“Saya sudah sering dicaci maki dan difitnah menyebarluaskan seks bebas karena menyosialisasikan kondom, tapi kita harus realistis, angka-angka tentang HIV/AIDS sudah semakin tak terbendung,” ujar Mboi.
“Kondom adalah cara efektif menghindari HIV AIDS,” serunya. “Jika kampanye kami mencapai target, maka pada 2010 ada 1,2 juta orang bisa diselamatkan dari AIDS,” cetusnya. []