Pengaruh Obesitas Pada Remaja
Mar 19th, 2009 | By admin2 | Category: FiturObesitas saat berusia 18 tahun meningkatkan resiko kematian dini di usia dewasa, hal ini ternyata sama dengan efek buruk dari merokok lebih dari 10 batang rokok tiap hari.
Obesitas saat berusia 18 tahun meningkatkan resiko kematian dini di usia dewasa, hal ini ternyata sama dengan efek buruk dari merokok lebih dari 10 batang rokok tiap hari.
Obesitas (kegemukan) merupakan salah satu masalah yang ditakuti remaja, khususnya remaja putri. Mereka merasa kehilangan kepercayaan diri ketika memiliki bentuk tubuh yang tidak proporsional seperti memiliki banyak lipatan pada perut, pinggang maupun lengan.
Obesitas atau kegemukan ternyata berhubungan erat dengan sejumlah komplikasi penyakit dalam kehamilan. Sebuah penelitian terbaru di dunia kesehatan menunjukkan risiko yang menimpa remaja itu peluangnya sama besar dengan orang dewasa.
Diet yang seimbang dan dengan restriksi (pengurangan) kalori, latihan dan modifikasi kebiasaan, menurut staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dr H Bambang Edi Susyanto MKes, merupakan pendekatan yang lazim dalam penanganan obesitas.
Masyarakat pada umumnya mungkin bertanya, apa hubungan kegemukan dengan kanker? Bukankah penderita kanker itu cenderung kurus?
Sebenarnya, prinsip untuk mendapatkan berat badan yang ideal cukup sederhana, yaitu apa yang dikonsumsi seimbang denganĀ apa yang dikeluarkan. Kalau tidak, berat badan bisa terus naik.
Akibat komposisinya yang sarat akan energi, protein, dan lemak, terutama lemak jenuh, es krim kerap dituding sebagai biang keladi penyebab kegemukan atau obesitas.
Bagi sebagian orang, obesitas mungkin dianggap sebagai musibah karena penderita obesitas rawan untuk terkena penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes, batu empedu, maupun asam urat. Agar terhindar dari obesitas atau kelebihan berat badan, maka kita harus mengetahui dahulu penyebabnya.
Pulang dari sekolah, wajah Dicta (10) terlihat muram. Siswi kelas empat SD swasta itu hanya mengurung diri di kamar dan menolak ketika ditawarkan makan oleh ibunya. Kontan saja, sikap Dicta mengundang kekhawatiran ibunya yang menduga putri kesayangannya itu menderita sakit.
Mempunyai berat badan yang berlebih, bukan menjadi ukuran sehatnya badan seseorang. Kegemukan bisa menjadi masalah berat karena bisa menjadi sarang berbagai penyakit. Kegemukan atau obesitas bisa terjadi karena berlebihnya jumlah makanan yang diasumsi oleh seseorang. Obesitas saat ini merupakan permasalahan yang muncul di dunia, bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendeklarasikannya sebagai epidemik global. Prevalensinya [...]